Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran di musim kemarau dengan menempatkan sarana penanganan dini di tingkat lingkungan warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa alat pemadam api ringan (APAR) kini sudah tersedia di setiap Rukun Warga (RW) di seluruh Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/9/2026). Langkah penyiapan fasilitas ini ditujukan untuk mempermudah respons cepat warga dan petugas ketika terjadi insiden kebakaran.
"Saya juga tadi ingin memastikan bahwa pada setiap RW itu APAR-nya sudah tersedia sehingga kalau ada apa-apa, maka antisipasi kita sudah kita lakukan bersama," ujar Pramono di Monas.
El Nino Diprediksi hingga Januari 2027, Jakarta Siaga Kebakaran

Langkah pencegahan ini sejalan dengan peningkatan angka kebakaran di ibu kota beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat ada 457 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dari angka tersebut, kebakaran khusus pada bulan Agustus mencapai 240 kasus.
Pramono memaparkan bahwa korsleting listrik sejauh ini menjadi faktor penyebab kebakaran yang paling dominan di Jakarta. Faktor pemicu lainnya meliputi pembakaran sampah terbuka serta keteledoran warga yang membuang puntung rokok sembarangan.
Video, Asap Kebakaran Hutan RI Sampai ke Filipina, Sekolah Diliburkan

Dari sebaran lokasi, Jakarta Barat mencatatkan kasus kebakaran paling tinggi, disusul oleh Jakarta Timur. Kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Tambora dan Kecamatan Cakung turut dipetakan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran yang tergolong tinggi.






