Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah penting dalam menentukan arah kebijakan moneter nasional dengan mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Usulan dari kepala negara ini disambut dengan respon positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). DPR menilai penunjukan ini sebagai langkah strategis mengingat stabilitas ekonomi nasional membutuhkan kepemimpinan yang solid dan teruji di bank sentral. Sambutan hangat dari pihak legislatif ini sekaligus menandai dimulainya babak baru dalam proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia.
Sebagai kelanjutan dari proses pengusulan tersebut, parlemen kini tengah bersiap menyelenggarakan rangkaian mekanisme seleksi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Destry Damayanti dijadwalkan akan segera dilaksanakan setelah masa reses DPR berakhir pada 14 Agustus. Keputusan penjadwalan ini diambil agar evaluasi kelayakan calon dapat dilakukan secara komprehensif oleh komisi terkait begitu masa sidang aktif kembali dimulai oleh para anggota dewan.
Dukungan dan apresiasi dari parlemen salah satunya disuarakan oleh pimpinan Komisi XI DPR yang secara khusus membidangi sektor keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan. Wakil Ketua Komisi XI DPR, Hanif Dhakiri, menyatakan dukungannya terhadap keputusan presiden tersebut. Saat ditemui oleh awak media setelah menghadiri rangkaian acara UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026, Hanif memberikan penilaian mendalam mengenai profil calon gubernur tunggal yang diusulkan oleh Presiden Prabowo.
Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Hanif Dhakiri menegaskan bahwa Destry Damayanti merupakan sosok yang memiliki rekam jejak mumpuni di sektor keuangan tanah air. DPR Sebut Destry Damayanti Sosok Berpengalaman, Uji Kelayakan Digelar Usai Reses karena sang calon dinilai memiliki pengalaman yang sangat luas di bidang moneter. Selain itu, Hanif juga menggarisbawahi bahwa Destry bukan orang baru di lingkungan bank sentral, melainkan figur yang sudah sangat mengenal seluk-beluk dan mekanisme kerja internal Bank Indonesia, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan tugas-tugas barunya nanti.
Pengalaman praktis Destry di tingkat tertinggi bank sentral memang telah terlihat nyata dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, ia bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Dalam kapasitas kepemimpinan sementara tersebut, Destry memegang peranan krusial dalam menjaga koordinasi antarlembaga keuangan negara, termasuk berpartisipasi langsung dalam merumuskan kebijakan stabilitas ekonomi makro bersama jajaran menteri dan kepala lembaga terkait.
Tantangan Suku Bunga bagi Industri Multifinance di Tengah Ketidakpastian Global

Salah satu bukti nyata dari peran aktifnya tersebut adalah keterlibatannya dalam pertemuan tingkat tinggi bersama pemerintah pusat. Destry terpantau menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto yang diselenggarakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026. Kehadiran Destry dalam rapat koordinasi tersebut menunjukkan kapasitasnya dalam mengawal stabilitas sistem keuangan nasional di masa-masa penting transisi pemerintahan.
Dengan adanya respon positif awal dari DPR serta rekam jejak kinerjanya yang telah teruji selama ini, jalannya uji kelayakan pasca-reses nanti diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi arah kebijakan moneter Indonesia. Publik kini menanti proses formal di DPR setelah tanggal 14 Agustus untuk melihat bagaimana visi dan misi Destry Damayanti dalam memimpin Bank Indonesia ke depan secara definitif.






