Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah capaian ekonomi dan investasi Jakarta langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Pemaparan tersebut disampaikan dalam momentum peresmian moda transportasi LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9).
Pramono menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta berhasil mencapai angka 5,52 persen pada kuartal terkait, dengan laju inflasi yang terkendali di level 2,5 persen. Berkat kinerja tersebut, Jakarta tercatat menyumbang 16,32 persen terhadap total perekonomian nasional.
Realisasi investasi di Jakarta juga mencatatkan pertumbuhan pesat. Pada 2021, penanaman modal di Jakarta tercatat sebesar Rp103 triliun per tahun, kemudian meningkat signifikan menjadi Rp162 triliun dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo. Tren positif berlanjut pada 2025 saat investasi di Jakarta menembus Rp270 triliun, serta mencapai Rp173 triliun pada triwulan kedua tahun 2026.
Integrasi Ekosistem LNG, Strategi Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Peningkatan Konektivitas dan Transportasi Publik
Selain sektor investasi dan ekonomi makro, Pramono turut melaporkan perkembangan integrasi mobilitas warga. Saat ini, tingkat konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Peningkatan konektivitas tersebut mendorong angka penggunaan transportasi publik tumbuh sekitar 15 persen setiap tahun dalam dua tahun terakhir.
Salah satu wujud penguatan jaringan mobilitas massal adalah jalur LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Proyek lintasan rel sepanjang 12,2 kilometer ini dibiayai menggunakan alokasi APBD DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun. Pembangunannya dikerjakan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (JakPro).
Telkomsel dan MAP Luncurkan MAPrivilege, Hubungkan Manfaat Gaya Hidup

Moda LRT Jakarta tersebut dirancang dengan kapasitas angkut 270 penumpang untuk setiap rangkaian kereta dan ditargetkan mampu melayani mobilitas sekitar 80 ribu penumpang per hari. Sebelum mulai beroperasi secara penuh, tarif LRT Jakarta ditetapkan sebesar 8 rupiah selama delapan hari sejak diresmikan.
Sebagai bagian dari keberpihakan layanan publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggratiskan akses transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat. Kategori penerima manfaat fasilitas gratis ini mencakup kalangan lansia, penyandang disabilitas, veteran, pendidik PAUD, serta anggota TNI dan Polri.






