Kepanikan melanda warga di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari. Suara dentuman yang diiringi getaran kuat membuat kaca jendela rumah bergetar hebat, memicu kekhawatiran warga yang langsung berhamburan keluar tempat tinggal mereka.
Rentetan getaran dan suara dentuman tersebut bersumber dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari di perairan Selat Sunda.
Salah seorang warga Carita, Mohd Rizqi Baidullah atau yang akrab disapa Bang Baid, menceritakan bahwa suara misterius itu awalnya dikira ketukan orang di jendela rumahnya. Sekitar pukul 02.00 WIB, istrinya membangunkannya setelah mendengar bunyi mencurigakan dari arah kaca.
Erupsi Anak Krakatau, 33 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak

"Tak hanya suara, kain hordeng di rumah juga terlihat bergoyang," ungkap Baid. Namun, saat kaca diperiksa dan dilihat ke luar, tidak ada orang sama sekali di sekitar rumah.
Getaran semakin terasa nyata menjelang pagi. Sekitar pukul 05.00 WIB, saat keluarga Baid terbangun, getaran pada jendela rumah terlihat kian menguat. Fenomena tersebut terus berlanjut hingga pukul 06.00 WIB. Baid mencatat bahwa peristiwa ini berbeda dari gempa bumi biasa karena tanah sama sekali tidak terasa bergoyang, melainkan udara dan benda-benda seperti kaca yang bergetar.
Kondisi tersebut dengan cepat memicu kepanikan warga sekitar. Begitu menyadari bahwa fenomena itu dirasakan oleh banyak rumah di lingkungan mereka, warga beramai-ramai keluar dari kediaman masing-masing. Kepanikan kian terasa lantaran saat itu belum ada informasi resmi dari otoritas pemerintah yang dirilis di media sosial mengenai penyebab getaran.
Bandara Soetta Ditutup hingga Pukul 05.30 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Kekhawatiran warga di pesisir Carita semakin berlipat karena masih membekasnya trauma peristiwa tsunami Selat Sunda pada 2018 silam. Akibat rasa cemas yang tinggi, sebagian warga memutuskan untuk mengungsi mulai sekitar pukul 08.00 WIB. Anak-anak pun tidak diberangkatkan ke sekolah karena para orang tua mengkhawatirkan keselamatan keluarga jika terjadi dampak lanjutan.
Getaran di pemukiman warga masih berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WIB, yang sesekali diselingi suara dentuman lebih keras sebelum akhirnya mereda. Suasana baru mulai berangsur lebih tenang sekitar pukul 11.00 WIB, meski sejumlah warga tetap waspada mengantisipasi getaran susulan.






