Pemerintah Indonesia menjadwalkan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa, 1 September 2026. Penjualan instrumen utang ini ditargetkan menghimpun dana indikatif sebesar Rp32 triliun untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Dalam pelaksanaan lelang tersebut, pemerintah menetapkan batas maksimal penyerapan dana hingga 150 persen dari target indikatif, atau setara dengan Rp48 triliun. Sebanyak sembilan seri surat utang disiapkan bagi para investor, mencakup tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON) berbunga tetap (Fixed Rate/FR).
Pelaksanaan transaksi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 mengenai Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik. Jendela penawaran lelang dibuka mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB melalui sistem pelelangan Bank Indonesia. Seluruh proses menerapkan format lelang terbuka (open auction) dengan metode penetapan harga beragam (multiple price).
Saham BYAN Sudah Anjlok 23%, Ada Apa?

Adapun tanggal penyelesaian transaksi atau setelmen bagi penawaran yang dimenangkan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026. Surat utang yang ditawarkan memiliki nominal per unit sebesar Rp1 juta.
Pemerintah juga mengatur batasan porsi alokasi bagi pemenang penawaran non-kompetitif. Untuk seri SPN, alokasi pembelian non-kompetitif ditetapkan paling banyak 99 persen dari total penawaran yang dimenangkan, sedangkan untuk seri ON dibatasi maksimal 30 persen. Imbal hasil (yield) bagi peserta lelang non-kompetitif ditentukan berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari penawaran kompetitif yang dinyatakan menang.
IHSG Koreksi 0,14% di Sesi 1, Tekanan Jual Dominan

Investor perorangan maupun korporasi yang ingin mengikuti lelang wajib menyampaikan penawaran pembelian melalui Peserta Lelang resmi, seperti lembaga perbankan dan perusahaan sekuritas terdaftar. Selain diler utama, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia turut tercatat sebagai peserta lelang dalam penerbitan obligasi negara kali ini.






