Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 17.000 liter air telah dicurahkan melalui operasi pemadaman udara setelah kobaran api merambat cepat dari Savana Pengol menuju Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies hingga kawasan Gunung Kursi.
Titik api pertama kali terdeteksi pada Kamis sore (10/9) sekitar pukul 16.00 WIB di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Embusan angin kencang di area perbukitan membuat api cepat meluas ke sejumlah titik di sekitarnya.
Tim gabungan yang meliputi BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, serta relawan langsung berupaya melakukan penanganan. Namun, medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat pemadaman jalur darat belum dapat dilakukan secara optimal pada tahap awal.
Kebakaran Gudang Palet di Krian Sidoarjo, Jalur Surabaya-Mojokerto Ditutup

Untuk mengatasi kendala medan, BPBD Jatim mengerahkan helikopter PK-DAP pada Jumat pagi guna melakukan operasi pemadaman udara (water bombing). Helikopter dengan kapasitas tangki gantung 1.000 liter tersebut mengambil pasokan air dari Danau Ranu Pani di Senduro, Lumajang.
Hingga Jumat pukul 12.00 WIB, helikopter telah melancarkan 17 kali sorti water bombing. Kendati demikian, operasi udara terpaksa dihentikan sementara pada siang hari akibat kabut tebal yang menutupi lokasi demi alasan keselamatan.
Perbedaan Gempa Tektonik dan Vulkanik Mana yang Lebih Berbahaya

Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo melalui jalur Jemplang, Malang, sampai waktu yang belum ditentukan. Total luasan lahan yang terdampak dalam peristiwa kali ini masih berada dalam tahap pendataan petugas di lapangan.
Kebakaran ini menjadi insiden kedua yang menimpa kawasan konservasi tersebut belakangan ini. Sebelumnya, kebakaran hebat di kawasan TNBTS terjadi selama 13 hari sejak 3 Agustus hingga berhasil dipadamkan total pada 14 Agustus 2026, dengan catatan luasan area terbakar mencapai sekitar 1.120 hektare.






