Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan laju inflasi di berbagai wilayah di Indonesia. Pada periode Mei 2026, tingkat inflasi nasional tercatat sebesar 3,08 persen. Laju inflasi tahunan tersebut menunjukkan angka yang masih berada di dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yaitu pada target 1,5 persen hingga 3,5 persen. Di tingkat daerah, Provinsi Lampung berhasil membukukan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,94 persen pada Mei 2026. Catatan ini menjadikan inflasi di Provinsi Lampung sebagai yang terendah di seluruh Indonesia pada periode tersebut.
Capaian inflasi yang terjaga di Provinsi Lampung ditopang oleh stabilitas harga di sejumlah wilayah penghitungan inflasi. Kabupaten Lampung Timur mencatatkan inflasi tahunan sebesar 1,88 persen, yang menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah di tingkat nasional. Sementara itu, Kota Bandar Lampung berhasil mengendalikan laju inflasi tahunannya pada level 1,79 persen. Capaian tersebut membuat Kota Bandar Lampung sukses masuk ke dalam kelompok 10 kota dengan laju inflasi yang paling terkendali di seluruh Indonesia.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Pada data BPS periode sebelumnya, inflasi nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,94 persen. Pada periode yang sama, tingkat inflasi di Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar 0,38 persen, sedangkan Kabupaten Banyuwangi mencatatkan inflasi sebesar 0,37 persen. Laju inflasi di Kabupaten Banyuwangi pada bulan Maret 2026 tersebut didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas pokok pangan. Komoditas yang memicu kenaikan inflasi tersebut antara lain adalah daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging sapi.
Menanggapi pergerakan harga kebutuhan pokok tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi menggelar operasi pasar sembako murah yang diadakan di berbagai kecamatan untuk membantu masyarakat mendapatkan pasokan pangan dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyelenggarakan operasi pasar khusus untuk tabung LPG 3 kg di beberapa titik lokasi. Langkah operasi pasar tabung gas ini dijalankan guna mengatasi masalah kelangkaan serta memastikan masyarakat memperoleh bahan bakar gas dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Dinamika pergerakan harga pangan di berbagai daerah di tanah air juga terekam pada data BPS periode Desember 2025. Pada bulan tersebut, seluruh 38 provinsi di Indonesia secara bersamaan mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month), dan tidak ada satu pun provinsi yang mencatat deflasi. Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat mengalami inflasi setelah sebulan sebelumnya mengalami deflasi menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi. Inflasi di Aceh terutama dipicu oleh kenaikan harga beras akibat gangguan distribusi dari wilayah sentra produksi lantaran cuaca buruk dan banjir, sehingga Aceh mencatat angka inflasi bulanan tertinggi di Indonesia sebesar 3,60 persen. Pada periode yang sama, Sumatra Utara mengalami inflasi yang didorong oleh komoditas cabai rawit, Sumatra Barat didorong utamanya oleh bawang merah, sedangkan Maluku Utara mencatat laju inflasi bulanan terendah secara nasional di angka 0,05 persen.






