Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Langkah ini diambil untuk memantau potensi ancaman bencana, mulai dari gempa bumi hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan sekitar 10 hingga 15 personel setiap hari untuk menjalankan piket rutin pengawasan di Pusdalops. Kesiapan ini difokuskan guna mengantisipasi kejadian bencana yang sifatnya tidak terprediksi, termasuk aktivitas gempa bumi dan titik api lahan.
Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Naik Pangkat Jadi Irjen

Selain melakukan pemantauan berkala, petugas yang berjaga aktif memberikan edukasi terkait prosedur penyelamatan mandiri dan langkah keselamatan bencana kepada warga.
Kewaspadaan di wilayah Cianjur menjadi perhatian serius mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan aktivitas tektonik serta vulkanik yang tinggi. Kabupaten Cianjur sendiri tercatat memiliki riwayat gempa bumi merusak pada tahun 2022, sehingga mitigasi dan respons cepat tetap menjadi prioritas utama penanganan bencana daerah.
Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi, Tidak Terkait dengan Gempa

Di samping pemantauan kegempaan, BPBD Cianjur turut mengerahkan jaringan relawan di seluruh kecamatan. Relawan tersebut bertugas mengawasi potensi kebakaran lahan di lapangan sekaligus membantu pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kesulitan pasokan air.






