Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan penyaluran bantuan pangan berupa 2,2 ton rendang kiriman Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk warga terdampak gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada perwakilan BNPB di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (25/8). Penerimaan bantuan diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari bersama PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta.
Pasokan rendang ini dihimpun melalui BPBD Provinsi Sumatera Barat dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Sumbar. Rendang dipilih sebagai bantuan darurat karena memiliki ketahanan simpan yang relatif lama, bernutrisi, dan mudah disajikan bersama nasi di pos pengungsian.
Abraham Samad, Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi

Dari total 2,2 ton bantuan yang tiba, sebanyak 500 kilogram langsung diberangkatkan menuju Pos Kabupaten Manggarai menggunakan jalur penerbangan yang difasilitasi BNPB. Setibanya di lokasi, rombongan berdialog langsung dengan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit guna memastikan kebutuhan darurat warga terpenuhi.
Mahyeldi mengapresiasi kesiapan BNPB dalam memfasilitasi logistik dan mempercepat pergerakan distribusi bantuan antarwilayah hingga menjangkau titik pengungsian.
Polisi Bongkar Jaringan Joker Malaysia di Makassar, Sita Sabu dan Ekstasi

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menegaskan seluruh logistik yang masuk melalui simpul penanganan akan langsung diteruskan ke penerima manfaat. BNPB memastikan setiap dukungan yang masuk melalui Pos Halim, Labuan Bajo, maupun Maumere segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 mengakibatkan sedikitnya 77.912 rumah rusak di tujuh kabupaten. Hingga masa penanganan ini, total 2.158 ton bantuan darurat telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) BNPB, meliputi rendang, makanan kaleng, susu, popok bayi, pakaian, obat-obatan, terpal, hingga matras.






