Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam mencatatkan perputaran dana hingga Rp9,1 triliun per tahun dengan daya serap tenaga kerja mencapai 156 ribu orang. Di tengah potensi tersebut, muncul dorongan untuk mendirikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dirancang khusus guna mengakomodasi pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
Gagasan pembentukan KEK UMKM tersebut dikemukakan oleh Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, Billy Mambrasar, dalam pertemuan yang melibatkan Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta perwakilan pelaku usaha lokal.
Dalam keterangannya pada Rabu (26/8/2026), Billy meminta pihak pemerintah daerah bersama BP Batam dan kementerian teknis, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Perdagangan, untuk menyatukan pelaku UMKM dalam sebuah zona khusus. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi perizinan dan kesiapan pelaku usaha kecil menjadi eksportir mandiri.
Polemik Desil Kesejahteraan, DPR Dorong Perbaikan Data dan Pembukaan Mekanisme Sanggah

Peran Strategis dan Dukungan Sektor Pariwisata
Struktur ekonomi Batam saat ini sebagian besar masih ditopang oleh arus investasi dan aktivitas ekspor berskala besar. Di sisi lain, porsi konsumsi rumah tangga berada di kisaran 20 hingga 30 persen dari produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
Keberadaan KEK khusus UMKM dinilai tidak hanya berorientasi pada perdagangan komoditas ekspor, tetapi juga dapat dikembangkan untuk menunjang aktivitas pariwisata. Bidang usaha seperti kuliner dan perhotelan (hospitality) diproyeksikan menjadi pilar tambahan yang memperluas diversifikasi pendapatan bagi pelaku UMKM di Batam.
Menko Muhaimin Luncurkan Perintis Berdaya Connect, Satukan Akses UMKM dan Ekonomi Kreatif

Inisiatif pembentukan kawasan terpadu ini disambut positif oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Batam tercatat memiliki lebih dari 75 ribu unit UMKM serta sekitar 102 ribu usaha mikro yang berpotensi diintegrasikan ke dalam ekosistem ekspor.






