Sebanyak enam daerah di wilayah barat daya Jawa Timur kini tengah disiapkan untuk membentuk klaster Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan terintegrasi yang mencakup wilayah gabungan bernama Pawitandirogo tersebut terdiri atas Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Ponorogo. Rencana pembentukan kawasan khusus ini dirumuskan dalam agenda Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 di Madiun bersama jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi industri, hingga komunitas kreatif.
Pengembangan KEK Pawitandirogo diarahkan pada penguatan sektor pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif digital. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa kontur pegunungan di kawasan Selingkar Wilis dan Lereng Lawu menjadikannya kurang cocok bagi pengembangan industri manufaktur skala berat maupun persawahan luas. Karena itu, pariwisata, pemanfaatan hutan untuk pertanian, dan industri kreatif dinilai menjadi pilihan paling realistis untuk mendongkrak perekonomian lokal. Dari sisi pemerintah pusat, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan kesiapan kementeriannya memfasilitasi akses pendanaan, pembukaan pasar, dan pendaftaran kekayaan intelektual lewat aktivasi program Desa Kreatif serta Creative Hub.
Setiap wilayah di dalam kesatuan Pawitandirogo memiliki pemetaan fungsi ekonomi masing-masing sesuai potensi geografisnya. Kabupaten Ngawi diposisikan sebagai Northern Gateway yang berfokus pada sektor agrobisnis, logistik, dan industri pengolahan. Kabupaten Magetan berperan di sektor Specialty Production dengan sokongan utama dari komoditas hortikultura dan pariwisata. Sementara itu, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun diproyeksikan sebagai Industrial & Service Core yang menjadi episentrum perdagangan, layanan logistik, dan pengembangan talenta.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Melengkapi pembagian peran tersebut, Kabupaten Ponorogo dikembangkan sebagai basis Agro & Production yang bertumpu pada kekayaan pariwisata budaya, pertanian, serta industri kreatif. Di sisi selatan, Kabupaten Pacitan memegang fungsi Southern Value-Addition dengan mengandalkan potensi pariwisata bahari, sektor perikanan, serta dukungan jalur logistik lintas selatan. Sinergi antardaerah ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok ekonomi yang saling melengkapi antarkabupaten dan kota di kawasan barat daya Jatim.
Realisasi kawasan ekonomi ini memerlukan dukungan konektivitas fisik dan skema pendanaan yang matang. Salah satu agenda prioritas pemerintah adalah percepatan reaktivasi jalur kereta api rute Madiun-Slahung di Ponorogo guna menekan biaya logistik, di mana Deputi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal memastikan alokasi anggaran proyek tersebut telah disiapkan. Terkait permodalan daerah, Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Kemenkeu Adriyanto mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemanfaatan skema pendanaan kreatif. Contoh skema pembiayaan alternatif telah diterapkan di Kabupaten Madiun lewat proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) senilai Rp 113,5 miliar untuk 7.459 titik lampu dengan masa konsesi 10 tahun 9 bulan.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Sebagai langkah awal pelaksanaan rencana ini, Himpunan Kawasan Industri (HKI) menargetkan penyusunan dokumen Pawitandirogo Investment Readiness Blueprint rampung dalam 90 hari pertama. Cetak biru investasi tersebut nantinya memuat rincian penting mulai dari pemetaan rantai pasok, kesiapan lahan, integrasi rencana tata ruang, hingga proses pemenuhan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).






