Kondisi di kawasan Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, berangsur kondusif dan arus lalu lintas kembali normal pada Jumat (28/8) pagi setelah Wali Kota Jakarta Pusat Arifin turun langsung menemui kelompok massa yang bertahan di lokasi.
Arifin mendatangi kawasan tersebut menyusul laporan adanya kelompok yang masih berkumpul di bawah Flyover Pejompongan sekitar pukul 07.30 WIB dan enggan membubarkan diri. Saat ditemui di lokasi, massa menyampaikan permintaan kepada Arifin agar rekan-rekan mereka yang diduga diamankan aparat kepolisian bisa dilepaskan.
Breaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu Jakarta

Menanggapi hal itu, Arifin meminta massa mencatat dan memberikan nama-nama rekan mereka yang diamankan guna dikoordinasikan lebih lanjut ke pihak kepolisian. Arifin menyampaikan bahwa dirinya menanyakan siapa saja nama-namanya agar dapat dikomunikasikan dengan jajaran Polda. Dari interaksi tersebut, ia juga mendapati bahwa massa yang berada di lokasi tidak seluruhnya merupakan warga Jakarta, melainkan ada yang datang dari Bogor dan wilayah lainnya.
Sebelumnya, situasi di lapangan sempat memanas ketika massa bergerak menuju Gedung Manggala Wanabakti, sebelum akhirnya dipukul mundur oleh aparat kepolisian yang bertugas. Penjagaan di sekitar Jalan Pejompongan turut diperkuat oleh personel gabungan TNI AD dan TNI AU di samping perlintasan kereta api.
Sempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali Normal

Ketegangan mulai mereda sekitar pukul 08.20 WIB saat sebagian massa mulai membubarkan diri. Sekitar pukul 08.30 WIB, arus kendaraan di Jalan Pejompongan dekat perlintasan kereta api sudah kembali mengalir lancar. Pada saat yang sama, petugas Tim Oranye langsung membersihkan sisa-sisa material aksi yang berserakan di jalanan. Arifin kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.






