Kepolisian Vietnam resmi menangkap Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan penerimaan suap bernilai fantastis. Penahanan pejabat tinggi berusia 56 tahun ini menambah daftar panjang kasus rasuah di sektor kesehatan negara tersebut.
Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengonfirmasi bahwa Tran, yang juga dikenal luas sebagai dokter spesialis onkologi terkemuka, ditahan terkait penerimaan uang dalam jumlah besar. Tran menjabat sebagai wakil menteri kesehatan sejak 2020 dan sempat menduduki posisi Ketua Dewan Medis Nasional pada 2024.
Dua Petinggi Mundur, Ke Mana Arah Partai Ummat?

Modus Penggelembungan Harga dan Penyelundupan Alkes
Penangkapan Tran berakar dari pengusutan aparat penegak hukum terhadap Viet My Medical Investment Joint Stock Company. Dalam penyelidikan kasus dugaan penyelundupan serta pelanggaran aturan akuntansi di perusahaan tersebut, kepolisian telah menciduk dua orang eksekutif dan seorang akuntan.
Firma tersebut diduga sengaja dibentuk untuk memperdagangkan, menjual kembali, dan menggelembungkan harga berbagai peralatan medis serta produk farmasi. Barang-barang tersebut diimpor dari Singapura dan Hong Kong ke Vietnam. Selain penggelembungan harga, jajaran pimpinan perusahaan dituduh berupaya menyelundupkan atau mengimpor alat kesehatan secara ilegal ke pasar domestik.
Alasan Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat Mundur dari Jabatannya

Langkah penindakan terhadap Tran Van Thuan mempertegas agresifnya kampanye pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan Presiden Vietnam To Lam. Sebelum penangkapan Tran, sektor kesehatan Vietnam telah diguncang vonis enam tahun penjara terhadap mantan Menteri Kesehatan Nguyen Thi Kim Tien pada Mei lalu terkait kasus salah kelola proyek pembangunan rumah sakit.






