Kabar duka menyelimuti masyarakat adat Baduy di kawasan Gunung Kendeng, Kabupaten Lebak. Salah satu tokoh adat terkemuka, Jaro Saidi Putra yang memegang kedudukan sebagai Jaro Tanggungan 12, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026) pagi.
Kabar berpulangnya tokoh adat tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Desa Kanekes yang juga menjabat sebagai Jaro Pemerintah Masyarakat Baduy, Oom. Oom membenarkan bahwa Jaro Saidi telah tutup usia pada pagi hari.
Fakta-fakta Kebakaran di Apartemen Pavilion Jakpus dan Nasib Penghuni

Dalam tatanan adat Baduy, Jaro Tanggungan 12 mengemban peran penting dalam menjembatani dan memelihara hubungan antara masyarakat adat dengan dunia luar. Salah satu tanggung jawab sentralnya terlaksana pada tradisi tahunan Seba Baduy, yakni membacakan Murwa Seba atau amanat leluhur yang disampaikan kepada pihak pemerintah.
Bantuan dan Relawan Terus Mengalir untuk Korban Gempa NTT

Semasa hidupnya, almarhum kerap menyampaikan petuah terkait integritas kepemimpinan dan penjagaan lingkungan. Pada perhelatan Seba Baduy 2026, tepatnya pada 24 April 2026, Jaro Saidi menekankan bahwa alam dan manusia tidak dapat dipisahkan. Ia secara konsisten menyoroti isu pencemaran sungai akibat limbah industri maupun rumah tangga, mengingatkan publik agar tidak mencemari sumber air bersih kehidupan, serta menitipkan pesan moral kepada para pemimpin untuk bersikap cerdas dan mampu memberantas korupsi.






