Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian mulai diintensifkan. Baznas (Bazis) DKI Jakarta mendirikan Dapur Kemanusiaan di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, guna menyalurkan 10.000 porsi makanan siap santap secara langsung.
Langkah cepat tersebut dihadirkan untuk meringankan beban warga setelah bencana gempa menewaskan 129 orang serta merusak 99.398 unit rumah di berbagai wilayah NTT. Pemerintah memperkirakan estimasi kebutuhan pemulihan pascabencana di kawasan terdampak mencapai Rp2,59 triliun.
Instalasi Listrik tak Standar Picu Kebakaran di Jakarta Selatan

Dalam operasional dapur darurat tersebut, makanan dimasak langsung di titik pengungsian agar dapat disajikan dalam keadaan hangat. Baznas (Bazis) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Chef Nusantara dan King Abdi untuk mengolah ragam menu bergizi, mulai dari olahan daging sapi, mi, sayur capcai, hingga telur.
Selain pasokan makanan hangat, penyaluran bantuan mencakup kebutuhan nonpangan, seperti paket perlengkapan mandi anak serta tas sekolah untuk siswa terdampak gempa. Penyaluran logistik ini terlaksana atas kemitraan bersama J99 Corporate, Yayasan Ardi Sentosa Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta, PTEN, dan PT Media Indra Buana.
Cerita Penghuni Apartemen Pavilion saat Kebakaran, Mati Listrik hingga Asap Tebal

Arus bantuan dari instansi lain juga bergerak ke NTT seiring pemetaan dampak gempa yang masih berjalan. PT Pelni (Persero) mengerahkan armada KM Tidar menuju Maumere guna mengangkut 34,8 ton bantuan kemanusiaan yang memuat donasi tunai Rp280 juta serta logistik senilai Rp420 juta. Pada sektor fasilitas publik, tim survei Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah diterjunkan untuk mendata tingkat kerusakan bangunan fisik di Rutan Kelas IIB Ruteng, Manggarai.






