Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperingatkan bahwa instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan masih menjadi pemicu utama risiko kebakaran di wilayahnya. Hingga kini, pihak pemerintah kota masih menemukan keberadaan sistem kelistrikan gedung yang belum mengacu pada ketentuan teknis yang aman.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim menyatakan bahwa arus pendek yang dipicu kegagalan sistem kelistrikan kerap menjadi awal mula bencana yang merugikan masyarakat. Selain memicu kobaran api, instalasi yang tidak sesuai standar juga berisiko tinggi menimbulkan insiden sengatan listrik hingga kerugian materiil berskala besar.
Cerita Penghuni Apartemen Pavilion saat Kebakaran, Mati Listrik hingga Asap Tebal

Firmanuddin menegaskan pentingnya langkah edukasi keselamatan ketenagalistrikan dan mitigasi bencana sebagai tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana harus memperhitungkan faktor kelistrikan sekaligus kondisi alam di lapangan.
Solidaritas untuk Korban Gempa NTT, Baznas (Bazis) DKI Jakarta Siapkan 10.000 Porsi Makanan

Untuk menekan potensi bahaya tersebut, Pemkot Jakarta Selatan mendorong pelaksanaan program sosialisasi dan pemahaman regulasi keselamatan listrik secara luas hingga ke tingkat kecamatan. Edukasi ini ditargetkan menjangkau para pengelola gedung, teknisi lapangan, dan masyarakat umum agar lebih patuh terhadap standar keamanan instalasi demi mencegah kebakaran di masa mendatang.






