Investasi dari investor China semakin gencar menyasar sektor properti dan pengembangan kawasan di wilayah Surabaya Timur. Langkah strategis ini diwujudkan melalui rencana pembangunan kawasan terpadu berskala besar yang diberi nama Urbanova Edu Hub. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 23 hektare dan didesain untuk membentuk sebuah ekosistem perkotaan yang lengkap. Urbanova Edu Hub diproyeksikan bakal menjadi edu hub pertama di Indonesia yang mengintegrasikan berbagai fasilitas modern dalam satu kawasan, mulai dari area residensial, pusat bisnis, hotel, hingga sekolah internasional.
Guna merealisasikan proyek terpadu Urbanova Edu Hub tersebut, pengembang menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure dengan nilai sekitar Rp3 triliun. Dalam pelaksanaannya, proyek besar ini melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal China, yakni China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC). CLIEC diproyeksikan akan mengeksekusi pembangunan kawasan ini menggunakan skema turnkey. Melalui skema tersebut, CLIEC bertanggung jawab secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan teknis, pengadaan material dan peralatan, proses konstruksi, hingga tahap penyelesaian proyek.
Keterlibatan pihak asing dalam proyek ini juga diperkuat oleh hadirnya BUMN China lainnya, yaitu Sinosure atau China Export & Credit Insurance Corporation. Sinosure bertindak dan berfungsi sebagai lembaga asuransi kredit ekspor yang mendukung keberlangsungan proyek Urbanova Edu Hub. Mengenai kerja sama ini, Direktur Utama PT DMS Propertindo, Mohamad Prapanca, memberikan keterangannya. Ia menegaskan keyakinannya bahwa pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki oleh CLIEC akan mampu mempercepat realisasi proyek di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan kawasan tersebut secara maksimal.
GoTo Berikan Penjelasan Usai Saham GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

Pengembangan kawasan Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur ini tidak lepas dari potensi pasar dan nilai strategis yang dimiliki oleh wilayah sekitarnya. Di sekitar lokasi proyek, sudah terbentuk ekosistem pendidikan yang memiliki potensi pasar sangat besar, yaitu menampung lebih dari 64 ribu mahasiswa. Selain potensial dari sisi pasar pendidikan, lokasi proyek ini juga terletak dekat dengan kawasan industri SIER. Kawasan industri SIER sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi utama serta pusat penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut, sehingga mendukung terciptanya ekosistem perkotaan yang dinamis dan terintegrasi.
Tahapan pelaksanaan proyek pembangunan Urbanova Edu Hub telah disusun dengan target waktu yang terukur. Groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk pengembangan proyek ini ditargetkan berlangsung pada akhir September 2026. Setelah proses konstruksi dimulai, pengerjaan tahap pertama diproyeksikan akan selesai pada kuartal IV-2028. Selanjutnya, setelah tahap awal konstruksi rampung, kawasan perkotaan terpadu Urbanova Edu Hub ini ditargetkan dapat mulai beroperasi secara penuh pada kuartal I-2029.
Apa Itu Sistem Desil yang Mau Jadi Dasar Pemerintah Batasi Pertalite? Ini Penjelasannya

Pola ekspansi investasi dari China di wilayah Jawa Timur tidak hanya terbatas pada pengembangan kawasan properti dan ekosistem perkotaan di Surabaya Timur semata. Di daerah lain seperti Bangkalan, Madura, modal investor China juga tengah dijajaki untuk pengembangan klaster manufaktur di Kawasan Industri Wiraraja Madura. Investasi China yang diarahkan ke Madura tersebut memiliki fokus utama untuk membangun basis manufaktur serta rantai produksi yang berorientasi ekspor, yang pada akhirnya melengkapi geliat pembangunan ekonomi dan properti yang sedang berlangsung di Surabaya.






