berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Rencana PHK Global BP, Penyederhanaan Organisasi dan Fokus Bisnis Migas

Usat BalangDiterbitkan 2 Agu 2026 - 20.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana PHK Global BP, Penyederhanaan Organisasi dan Fokus Bisnis Migas
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Perusahaan minyak dan gas terkemuka asal Inggris, BP, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 700 pekerja non-frontline yang tersebar di seluruh dunia. Rencana pengurangan jumlah tenaga kerja tersebut tertuang secara rinci dalam sebuah surat elektronik internal perusahaan yang diterbitkan pada hari Kamis (30/7). Langkah pemangkasan jumlah karyawan ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menyederhanakan struktur organisasi yang ada saat ini. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan serta memperkuat bisnis inti mereka di sektor minyak dan gas.

Kebijakan pemangkasan tenaga kerja ini secara spesifik akan berdampak pada sekitar 8 persen dari total 8.500 posisi non-frontline yang ada di dalam perusahaan. Posisi-posisi non-frontline yang terdampak tersebut selama ini berada di bawah naungan unit produksi dan operasional perusahaan. Meskipun ada pengurangan yang cukup besar di sektor non-frontline, manajemen BP memastikan bahwa pekerja di posisi lini depan atau frontline tidak akan mengalami perubahan yang signifikan. Posisi lini depan yang dipastikan aman dari perubahan besar ini meliputi para pekerja lapangan seperti operator, teknisi, dan petugas pemeliharaan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Terkait dengan mekanisme perubahan posisi, surat elektronik internal BP yang dikutip oleh kantor berita Reuters memberikan penjelasan lebih lanjut. Surat tersebut menyatakan, "Jika posisi Anda terdampak, itu bisa berarti peran tersebut tidak lagi ada dalam organisasi baru, berubah secara material, atau dipindahkan ke bagian lain dalam organisasi." Langkah perampingan organisasi ini merupakan bagian integral dari strategi BP untuk menyederhanakan proses operasional mereka secara global.

Baca Juga

Panduan Adopsi Kendaraan Listrik Tambang dan Tantangan Produksi Batu Bara

Panduan Adopsi Kendaraan Listrik Tambang dan Tantangan Produksi Batu Bara

Selain untuk menyederhanakan operasional, pemangkasan ini dilakukan di tengah upaya berkelanjutan perusahaan untuk menekan jumlah utang yang dimiliki. Perusahaan juga berupaya keras untuk meningkatkan perolehan laba serta memperbesar imbal hasil atau keuntungan bagi para pemegang saham. Sejalan dengan tujuan finansial tersebut, perusahaan saat ini tengah memfokuskan kembali arah bisnisnya pada sektor minyak dan gas bumi. Pergeseran fokus bisnis ini dilakukan setelah perusahaan memutuskan untuk mengurangi alokasi investasi mereka di bidang energi terbarukan.

Perubahan arah bisnis dan perampingan ini tidak terlepas dari kepemimpinan baru di pucuk manajemen perusahaan. Sejak Meg O'Neill mulai menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada bulan April lalu, BP telah melakukan perombakan besar terhadap struktur organisasinya. Perombakan tersebut mengubah struktur operasional perusahaan dari yang sebelumnya terdiri atas tiga segmen bisnis, kini disederhanakan menjadi hanya dua segmen utama, yakni segmen upstream (hulu) dan downstream (hilir). Struktur organisasi yang baru ini telah resmi mulai berlaku pada awal bulan ini.

Baca Juga

Proyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi Migas

Proyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi Migas

Skala operasional BP sebagai perusahaan energi global memang sangat masif. Berdasarkan data dari laporan tahunan perusahaan, BP tercatat mempekerjakan sekitar 93.700 orang karyawan yang tersebar di 61 negara hingga akhir tahun 2025. Terkait dengan beredarnya kabar pemutusan hubungan kerja berskala global ini, seorang juru bicara BP telah memberikan tanggapan resmi kepada publik. Juru bicara tersebut membenarkan bahwa perusahaan saat ini tengah mengusulkan perubahan organisasi yang berpotensi mengurangi jumlah pekerja, meski pihak perusahaan tidak mengonfirmasi secara spesifik mengenai kebenaran angka 700 posisi tersebut.

Dalam penjelasannya kepada Reuters, juru bicara BP menegaskan, "Kami sedang membangun BP yang lebih sederhana, lebih kuat, dan lebih bernilai. Sebagai bagian dari proses ini, kami mengusulkan perubahan yang akan mengakibatkan pengurangan sejumlah posisi." Informasi mengenai rencana pemangkasan tenaga kerja di tubuh BP ini sendiri pertama kali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh sebuah media industri energi. Upstream Online adalah media yang lebih dulu melaporkan rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut sebelum akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PHKBPMinyak dan GasMeg O'NeillEfisiensi PerusahaanBisnis Global

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Adopsi Kendaraan Listrik Tambang dan Tantangan Produksi Batu BaraKebakaran Landa Hotel Pullman Jakarta Barat, Area 200 Meter Persegi Hangus dan Korban NihilPanduan Beraktivitas di Hotel Pullman dan Mal Central Park PascakebakaranPolisi Minta Publik Tak Berspekulasi soal Pagar Mal, Keamanan Jakarta Dipastikan KondusifPengakuan Pengemudi soal Mesin Mobil Usai Isi B50 di SPBUBagaimana Proses Penyelamatan Korban Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan BerlangsungMengenal Terowongan Chongtai, Proyek Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaProyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi Migas

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap