Bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyita perhatian nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah besar yang menimpa masyarakat di wilayah tersebut. Gempa dengan kekuatan yang cukup besar ini menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan serta menelan korban jiwa, sehingga memicu respons cepat dari kepala negara yang langsung menyampaikan rasa belasungkawa kepada para korban dan keluarga terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Ungkapan duka cita dari Presiden Prabowo Subianto tersebut disampaikan secara langsung melalui media sosial pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus. Melalui fitur Instastory di akun Instagram resmi miliknya, Presiden menyampaikan rasa simpati dan doa terbaiknya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami masa-masa sulit akibat bencana alam ini. Dalam unggahan tersebut, Presiden menuliskan pesan singkat namun mendalam yang berbunyi, "Doa untuk NTT. Turut berduka atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur."
Dampak dari gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo ini dilaporkan sangat fatal bagi keselamatan warga. Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari Sabtu pada pukul 18.48 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 47 orang. Angka ini merupakan data sementara yang terus dihimpun oleh pihak berwenang di lapangan seiring dengan proses evakuasi dan penanganan dampak bencana yang masih terus berjalan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 47 Orang

Selain mengakibatkan puluhan korban jiwa, guncangan gempa bumi yang sangat kuat ini juga merusak ratusan rumah tinggal warga di berbagai wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa kerusakan sektor perumahan terbagi ke dalam beberapa kategori tingkat kerusakan. Tercatat ada sebanyak 157 unit rumah yang dilaporkan mengalami rusak berat akibat guncangan hebat tersebut. Selain itu, terdapat 41 unit rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang, serta sebanyak 148 unit rumah lainnya terdata mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan.
Kerusakan tidak hanya menimpa sektor pemukiman penduduk, melainkan juga meluas hingga merusak berbagai fasilitas umum dan infrastruktur sosial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan data yang sama, tercatat ada sebanyak 87 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan akibat gempa ini. Fasilitas kesehatan yang sangat krusial bagi penanganan korban juga tidak luput dari dampak bencana, dengan adanya laporan kerusakan pada 18 fasilitas kesehatan. Selain itu, guncangan gempa ini juga merusak 5 tempat ibadah serta 6 unit gedung perkantoran di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Prioritas Keselamatan Warga dalam Penanganan Gempa Nusa Tenggara Timur

Sebelum menyampaikan rasa duka cita atas musibah gempa bumi di NTT pada hari Sabtu tersebut, Presiden Prabowo Subianto terpantau sedang melaksanakan agenda kenegaraan yang sangat penting di Jakarta pada hari sebelumnya. Tepatnya pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri Kompleks Parlemen di Jakarta untuk menyampaikan Pengantar atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan. Pidato penting tersebut disampaikan oleh Presiden dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027.






