Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh proses penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung dalam dua pekan ke depan. Target tersebut ditegaskan saat Kepala Negara melakukan kunjungan kerja langsung ke posko pengungsian di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk meninjau secara dekat kondisi para korban setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8). Presiden Prabowo menjelaskan bahwa dirinya sengaja baru mendatangi lokasi beberapa hari pascabencana agar instansi teknis dan pemerintah daerah dapat fokus pada penanganan darurat tanpa terganggu oleh protokoler kenegaraan, sembari terus memantau perkembangan situasi dari Jakarta.
Dalam kunjungannya ke tempat evakuasi warga di Nagekeo, Presiden menjanjikan percepatan perbaikan rumah penduduk yang rusak begitu situasi dinyatakan aman. Selain itu, Presiden menyambut positif usulan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto terkait pembangunan gudang logistik di setiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) demi mempercepat rantai pasok bantuan di masa mendatang.
Temui Pengungsi Gempa NTT, Prabowo, Kita Hadir untuk Bantu Saudara-Saudara

Sebaran Dampak Gempa dan Penyaluran Bantuan
Berdasarkan data mutakhir BNPB per Selasa (25/8), bencana gempa bumi di Flores telah merenggut 103 korban jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten. Secara demografis, korban meninggal terdiri atas 55 persen perempuan dan 45 persen laki-laki. Dari sisi rentang usia, lansia menjadi kelompok paling rentan dengan proporsi 45 persen, diikuti korban usia dewasa 37 persen, kelompok anak dan remaja 12 persen, serta sisanya balita dan batita. Wilayah Manggarai Raya鈥攎encakup Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat鈥攎encatat sedikitnya 33 korban jiwa hingga pukul 15.00 WITA.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka, dengan tingkat cedera tertinggi berada di Kabupaten Manggarai Timur yang mencakup 239 korban luka berat serta 404 luka ringan.
Sapa Korban Gempa NTT, Prabowo Tegaskan Bakal Lanjutkan MBG

BNPB memastikan ketersediaan logistik bantuan di wilayah terdampak masih mencukupi. Kendati demikian, tantangan utama operasional saat ini berada pada distribusi tingkat akhir (last mile) ke titik-titik pengungsian mandiri di pelosok. BNPB juga telah mengerahkan survei udara guna memetakan kerusakan wilayah dan menyusun jalur pasokan ke area-area terisolasi, seiring fokus operasi SAR yang membuka akses jalan akibat longsor di Mbay.
Sementara itu, situasi evakuasi wisatawan di kawasan pesisir telah tertangani, dengan 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan jalur pelayaran berhasil dipulangkan dengan selamat menuju Labuan Bajo.






