berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Polisi Tangkap Lima Pelaku Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di Tangerang

Marthen TandirerungDiterbitkan 9 Agu 2026 - 06.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Tangkap Lima Pelaku Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di Tangerang
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Tindak kekerasan yang disertai dengan dugaan pelecehan seksual di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, kini memasuki babak baru setelah kepolisian berhasil membekuk para pelaku. Polresta Tangerang telah mengamankan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi penyiksaan serta tindakan asusila terhadap seorang pemuda berinisial PG (25). Korban, yang diketahui bekerja sebagai karyawan di sebuah lembaga keuangan non-formal atau bank keliling, mengalami serangkaian kekerasan fisik dan perlakuan merendahkan martabat yang terekam dalam sebuah rekaman video hingga akhirnya tersebar luas di jagat maya. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, dan memicu perhatian publik setelah videonya menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Aksi kekerasan yang dialami oleh korban bermula dari konflik internal di tempat kerjanya. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, dalang utama dari

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
penganiayaan
ini adalah EDD (24), yang tidak lain merupakan bos dari bank keliling tempat korban bekerja. EDD tidak bertindak sendiri; ia memerintahkan empat karyawannya untuk membantu mengeksekusi rencana kekerasan tersebut. Keempat karyawan yang kini turut berstatus sebagai tersangka adalah SD (21), ML (22), AD (31), dan DD (21). Penganiayaan brutal ini dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni sejak Selasa (28/7) malam hingga Rabu (29/7) dini hari, di mana korban disekap dan disiksa selama beberapa jam di bawah tekanan para pelaku.

Motif di balik tindakan keji ini disinyalir bersumber dari kecurigaan sepihak sang atasan. Awalnya, PG mengajukan pengunduran diri dari pekerjaannya dengan alasan ingin pulang ke kampung halaman. Namun, keputusan tersebut disikapi secara negatif oleh EDD. Sang bos mencurigai bahwa alasan pulang kampung tersebut hanyalah kedok semata. EDD menduga kuat bahwa mantan karyawannya itu berniat untuk mendirikan usaha serupa yang bergerak di bidang bank keliling dan berencana mengambil alih nasabah yang selama ini dikelolanya. Kecurigaan yang tidak berdasar ini memicu kemarahan EDD, hingga akhirnya ia memutuskan untuk memberi hukuman fisik kepada korban.

Baca Juga

Aspirasi Mahasiswa Asal Alor Bawa Menteri Pertanian Tinjau Langsung Kondisi Pangan di NTT

Aspirasi Mahasiswa Asal Alor Bawa Menteri Pertanian Tinjau Langsung Kondisi Pangan di NTT

Pada malam kejadian, situasi semakin tidak terkendali karena para pelaku diduga sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Kondisi mabuk ini membuat aksi kekerasan yang mereka lakukan menjadi kian brutal. Selama berjam-jam, korban PG menjadi sasaran amukan fisik serta mengalami tindakan asusila yang sangat merendahkan harga dirinya. Salah satu tindakan kejam yang dilakukan para pelaku adalah memaksa korban melakukan tindakan masturbasi. Keadaan korban yang mengenaskan tersebut kemudian direkam menggunakan kamera ponsel oleh salah satu pelaku. Rekaman video memperlihatkan korban berdiri dalam kondisi wajah lebam, mengenakan kaus tanpa celana, serta diduga dipaksa melakukan perbuatan asusila tersebut. Video inilah yang kemudian tersebar luas di media sosial dan menjadi bukti krusial bagi kepolisian untuk melacak para pelaku.

Setelah video penyiksaan tersebut viral dan memicu kemarahan publik, para pelaku berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran aparat penegak hukum. Mereka melarikan diri keluar dari wilayah Provinsi Banten menuju Jawa Tengah. Pelarian kelima tersangka akhirnya terhenti setelah tim penyidik dari Polresta Tangerang berhasil mendeteksi keberadaan mereka. Pada Jumat (7/8), petugas kepolisian menangkap EDD beserta empat anak buahnya di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Penangkapan ini mengakhiri pelarian para pelaku yang sempat mencoba bersembunyi dari pertanggungjawaban hukum atas perbuatan keji yang mereka lakukan terhadap korban PG.

Baca Juga

Dugaan Penyekapan Lansia di Apartemen Serpong dan Tindakan Kepolisian

Dugaan Penyekapan Lansia di Apartemen Serpong dan Tindakan Kepolisian

Kini, kelima tersangka harus menghadapi proses hukum yang berjalan di kepolisian. Penyidik Polresta Tangerang menjerat para pelaku dengan pasal berlapis guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Para tersangka dikenakan Pasal 262 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama, serta Pasal 446 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang secara melawan hukum. Selain kedua pasal mengenai kekerasan dan penyekapan tersebut, polisi juga menyertakan jeratan hukum terkait tindakan asusila yang dipaksakan kepada korban. Atas perbuatan pidana yang mereka lakukan, para tersangka terancam hukuman penjara yang cukup berat, dengan ancaman hukuman masing-masing selama 7 tahun dan 8 tahun kurungan.

Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya tindakan main hakim sendiri serta kekerasan di lingkungan kerja yang didasari oleh kecurigaan tanpa bukti. Penanganan cepat oleh pihak Polresta Tangerang diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi korban yang mengalami trauma fisik maupun psikologis akibat penyiksaan dan pelecehan seksual tersebut. Proses penyidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan dan disidangkan di pengadilan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KriminalPenganiayaanBanten

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Dominasi Jorge Martin di SilverstoneDanantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group BrasilAspirasi Mahasiswa Asal Alor Bawa Menteri Pertanian Tinjau Langsung Kondisi Pangan di NTTTeknologi AI Google Bantu Prediksi Bencana Alam Lebih CepatDugaan Penyekapan Lansia di Apartemen Serpong dan Tindakan KepolisianAparat TNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Festival Budaya Lembah Baliem 2026Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup akibat Kebakaran Lahan yang MeluasJenderal Top AS Cari Jalan Keluar dari Konflik Iran Setelah Enam Bulan Perang

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026