Bagaimana sebenarnya mekanisme penyampaian keluhan masyarakat daerah terpencil agar bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti oleh pejabat setingkat menteri? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak warga yang kerap menghadapi kendala distribusi pangan di wilayah kepulauan seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jawabannya ternyata bisa dimulai dari keberanian seorang mahasiswa baru yang menyampaikan aspirasi langsung di hadapan ribuan rekannya. Langkah konkret inilah yang ditunjukkan oleh Adriano Padama, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, NTT, yang berhasil menarik perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman








