berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Aspirasi Mahasiswa Asal Alor Bawa Menteri Pertanian Tinjau Langsung Kondisi Pangan di NTT

Fitri KaraengDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aspirasi Mahasiswa Asal Alor Bawa Menteri Pertanian Tinjau Langsung Kondisi Pangan di NTT
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Bagaimana sebenarnya mekanisme penyampaian keluhan masyarakat daerah terpencil agar bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti oleh pejabat setingkat menteri? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak warga yang kerap menghadapi kendala distribusi pangan di wilayah kepulauan seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jawabannya ternyata bisa dimulai dari keberanian seorang mahasiswa baru yang menyampaikan aspirasi langsung di hadapan ribuan rekannya. Langkah konkret inilah yang ditunjukkan oleh Adriano Padama, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, NTT, yang berhasil menarik perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
hingga sang menteri memutuskan untuk turun langsung meninjau kondisi pangan di lapangan.

Pertemuan yang mengawali aksi cepat tanggap ini terjadi pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, di Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tengah memberikan kuliah umum di hadapan sebanyak 5.155 mahasiswa baru Undip. Di tengah jalannya acara akademik tersebut, Adriano Padama memanfaatkan kesempatan untuk menyuarakan kondisi riil yang terjadi di kampung halamannya. Adriano melaporkan bahwa harga beras di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor kerap melonjak drastis hingga mencapai kisaran Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Lonjakan harga yang sangat memberatkan masyarakat setempat ini biasanya terjadi ketika jalur distribusi logistik ke pulau tersebut mengalami hambatan atau gangguan.

Mendengar laporan langsung mengenai kerawanan harga pangan tersebut, Menteri Pertanian memberikan apresiasi khusus terhadap keberanian Adriano. Tidak butuh waktu lama bagi pihak Kementerian Pertanian untuk merespons aduan tersebut secara nyata. Demi memastikan kebenaran laporan dan mencari solusi langsung bagi masyarakat Alor, Menteri Amran mengambil langkah tidak biasa dengan membatalkan agenda rapat pimpinan yang seharusnya ia hadiri di Jakarta. Sebagai gantinya, ia memilih untuk segera terbang dan melakukan kunjungan kerja langsung ke Kabupaten Alor pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Resmi Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Resmi Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Dalam kunjungan kerja mendadak ke Kabupaten Alor tersebut, Adriano Padama tidak hanya sekadar menjadi pelapor. Mahasiswa Undip ini diajak langsung oleh Menteri Amran untuk mendampingi seluruh rangkaian peninjauan di lapangan. Selama kunjungan berlangsung, mereka mendatangi sejumlah lokasi penting serta melihat langsung jalannya berbagai program pertanian yang tengah berjalan di wilayah tersebut. Kehadiran Adriano di lapangan mendampingi menteri menjadi bukti bahwa masukan dari generasi muda daerah sangat dihargai dalam proses pengambilan kebijakan sektor pangan nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ketersediaan komoditas beras di Kabupaten Alor saat ini sudah dalam kondisi aman. Stok beras tersebut telah tersedia dan tersimpan dengan baik di gudang-gudang penyimpanan setempat. Selain memastikan pasokan aman, Menteri Amran juga menegaskan bahwa harga beras di Alor kini berada di angka Rp13.000 per kilogram, yang berarti sudah setara dengan harga beras yang berlaku di wilayah DKI Jakarta. Penyesuaian dan stabilitas harga ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Alor yang sebelumnya harus menghadapi ketidakpastian harga akibat kendala distribusi.

Baca Juga

Danantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group Brasil

Danantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group Brasil

Untuk menjaga agar stabilitas harga dan pasokan pangan ini tetap bertahan dalam jangka panjang, Kementerian Pertanian juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Menteri Amran meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk terus memantau dan memastikan ketersediaan stok beras di Kabupaten Alor tidak mengalami kekosongan kembali. Selain itu, Bulog juga diinstruksikan untuk secara rutin menggelar operasi pasar apabila sewaktu-waktu terdeteksi adanya gejala kenaikan harga yang tidak wajar akibat gangguan distribusi. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat mencegah terulangnya lonjakan harga beras hingga Rp30.000 per kilogram seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Peristiwa ini memberikan gambaran jelas bagi warga dan mahasiswa daerah mengenai pentingnya menyuarakan kondisi riil wilayah masing-masing melalui forum resmi. Melalui dialog langsung yang konstruktif, hambatan birokrasi dan jarak geografis yang jauh antara Jakarta dan Nusa Tenggara Timur dapat dipangkas demi kepentingan pemenuhan pangan masyarakat. Kunjungan kerja ke Alor ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesetaraan harga pangan di seluruh pelosok Indonesia, sehingga warga di wilayah kepulauan tidak perlu lagi membeli bahan pangan pokok dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan wilayah pusat.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kementerian pertanianAndi Amran SulaimanKabupaten Alor

Berita Terbaru Lainnya

PHE Siapkan Inovasi Pengeboran di Wilayah New Frontier untuk Eksplorasi MigasPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Resmi Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor SelatanAkses Siaran Langsung PSG vs Manchester United pada Laga Pramusim 2026Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Dominasi Jorge Martin di SilverstoneDanantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group BrasilTeknologi AI Google Bantu Prediksi Bencana Alam Lebih CepatPolisi Tangkap Lima Pelaku Penganiayaan Karyawan Bank Keliling di TangerangDugaan Penyekapan Lansia di Apartemen Serpong dan Tindakan Kepolisian

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026