Serikat pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan menggelar aksi mogok kerja penuh pertama mereka dalam satu dekade terakhir pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Aksi mogok kerja massal ini menandai babak baru dalam hubungan ketenagakerjaan di perusahaan otomotif tersebut. Keputusan untuk melakukan pemogokan penuh ini diambil setelah berbagai upaya komunikasi sebelumnya tidak membuahkan hasil, sehingga para pekerja memilih untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional mereka secara serentak. Langkah pemogokan massal ini dipicu oleh perundingan mengenai upah pekerja yang menemui jalan buntu.
Aksi massal yang melibatkan puluhan ribu pekerja ini meledak setelah perundingan upah antara pihak manajemen dan serikat pekerja tidak mencapai kesepakatan. Dalam tuntutannya, para pekerja mendesak perusahaan untuk memberikan jaminan perlindungan pekerjaan dari ancaman kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi robot yang semakin berkembang di industri otomotif. Selain masalah perlindungan dari teknologi otomatisasi, para pekerja juga menuntut adanya penyesuaian terhadap batas usia pensiun agar lebih tinggi dari aturan yang berlaku saat ini.
50 Jenazah Korban Perang di Gaza Dievakuasi Setelah Hampir Tiga Tahun Terkubur

Gelombang protes ini tidak hanya diikuti oleh karyawan Hyundai Motor saja. Puluhan ribu pekerja yang mogok kerja, yang terdiri dari karyawan Hyundai Motor, perusahaan afiliasi Kia Corp, serta para pekerja dari perusahaan pemasok, turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa besar-besaran. Mereka berkumpul dan menggelar aksi demonstrasi di luar kantor pusat Hyundai Motor yang terletak di Seoul. Di sana, para demonstran menyuarakan rentetan tuntutan kepada pihak manajemen perusahaan.
Di antara tuntutan yang disuarakan oleh para pengunjuk rasa adalah adanya izin bagi perusahaan pemasok suku cadang untuk menaikkan harga suku cadang mereka. Selain itu, mereka juga menuntut peningkatan batas usia pensiun bagi para pekerja. Saat ini, batas usia pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan adalah 60 tahun, dan para pekerja menuntut agar batas usia pensiun tersebut ditingkatkan lebih tinggi lagi demi kelangsungan masa depan mereka.
Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un Serta Persyaratan Ketat Korea Utara

Terkait kondisi para pekerja senior, Pemimpin Serikat Pekerja Hyundai, Lee Jong Cheol, memberikan pernyataan keras. Lee Jong Cheol menegaskan bahwa tokoh-tokoh kunci yang telah membangun dan menjadikan Hyundai serta Kia sebagai perusahaan terkuat di dunia selama 35 atau 40 tahun kini justru didorong ke posisi kontrak. Kebijakan ini dinilai tidak adil bagi para pekerja yang telah mendedikasikan sebagian besar hidup mereka untuk membesarkan kedua perusahaan otomotif tersebut, sehingga memicu kemarahan serikat pekerja hingga menggelar aksi mogok kerja penuh pertama dalam sepuluh tahun terakhir.






