Perkembangan lanskap belanja digital di Indonesia terus mengalami penyesuaian menyusul kolaborasi platform besar yang memengaruhi jutaan pengguna. Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian publik, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan adalah kelanjutan proses integrasi TikTok Shop dan Tokopedia pasca tenggat waktu. Transisi ini menandai babak baru dalam operasional sistem perdagangan elektronik (e-commerce) di tanah air, di mana kedua entitas tersebut dituntut untuk menyelaraskan sistem mereka agar sepenuhnya sejalan dengan koridor regulasi yang berlaku di Indonesia.
Dalam perkembangan terbaru mengenai proses transisi ini, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan akan memanggil manajemen TikTok Shop by Tokopedia dalam waktu dekat terkait integrasi seller center. Maman menyatakan bahwa pemanggilan tersebut akan dilakukan oleh Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM guna menyiapkan perangkat aturannya. "Tunggu saja tanggal mainnya, kita akan tuntaskan," kata Maman di gedung Smesco pada Selasa, 10 Juni 2025.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa penggabungan seller center Tokopedia dan TikTok Shop tidak menyalahi aturan. Budi menyatakan integrasi ini secara teknis tidak melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Kementerian Perdagangan juga telah menyampaikan kepada kedua entitas tersebut untuk tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
Pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan Gelar Aksi Mogok Kerja Massal Pertama dalam Satu Dekade

Menanggapi dinamika integrasi ini, Head of Communications Tokopedia dan TikTok E-Commerce Aditia Grasio Nelwan menjelaskan bahwa penilaian toko (rating) para penjual tidak akan hilang, melainkan dikombinasikan antara TikTok dan Tokopedia agar lebih komprehensif. Tokopedia telah membuka kesempatan bagi penjual untuk melakukan integrasi sejak 8 April. Setelah melewati tenggat waktu 9 Juni 2025, penjual yang masih berada di seller center Tokopedia lama tetap bisa melakukan aktivitas jual beli, namun tidak dapat lagi memasang iklan atau menambah produk baru.
Aditia menyebutkan bahwa jutaan penjual telah melakukan integrasi. Penyatuan ini menawarkan sejumlah keuntungan bagi pelaku usaha, seperti fitur live shopping, pendaftaran afiliasi, dan kemudahan memantau kinerja penjualan serta stok produk hanya melalui satu platform. Untuk membantu penjual beradaptasi dengan sistem baru, perusahaan menyediakan layanan pendampingan berupa webinar setiap dua pekan sekali, lokakarya, hingga layanan obrolan langsung (live chat).
PT KAI Gelar Peletakan Batu Pertama Hunian Terjangkau Manggarai

Adapun peleburan operasional ini berawal dari kebijakan pemerintah yang melarang praktik social commerce pada akhir 2023, yang kemudian berujung pada pengambilalihan 75,01 persen saham Tokopedia oleh TikTok senilai 840 juta dolar AS atau setara Rp 13,69 triliun. Di sisi lain, Investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya menyatakan bahwa transaksi akuisisi saham ini berpotensi menimbulkan praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat, serta telah mengusulkan berbagai persetujuan bersyarat dalam sidang majelis komisi pada 27 Mei 2025.






