Puasa sunah Senin dan Kamis menjadi salah satu amalan rutin yang dianjurkan dalam Islam untuk melatih kesabaran serta meningkatkan ketakwaan. Ibadah ini ditunaikan dengan menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari semata-mata karena Allah SWT.
Rasulullah SAW diketahui kerap menjalankan ibadah sunah ini pada kedua hari tersebut karena menyimpan nilai spiritual yang tinggi dalam ajaran Islam.
Bacaan Niat Puasa Hari Senin dan Kamis
Pelaksanaan ibadah puasa diawali dengan niat. Untuk puasa sunah hari Senin, lafal yang digunakan adalah:
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya berniat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Jenguk Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Perawatan Berlanjut

Sedangkan untuk puasa sunah hari Kamis, bacaan niatnya yakni:
Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Saya berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Perbedaan redaksi pada lafaz niat dapat dijumpai dalam berbagai rujukan kitab maupun tradisi kebiasaan masyarakat. Namun, landasan utamanya tetap bertumpu pada kesungguhan niat untuk berpuasa sunah karena Allah SWT.
KPK Sita 3 Motor Gede dari Tersangka Kasus Korupsi Bea Cukai

Keutamaan Berdasarkan Hadis dan Maknanya
Pilihan hari Senin dan Kamis memiliki dasar keutamaan tersendiri. Dalam hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari kelahirannya sekaligus hari ketika beliau menerima wahyu.
Selain itu, hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi menerangkan bahwa catatan amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai momen ketika amalan beliau diperlihatkan dalam keadaan sedang berpuasa.
Secara esensi, puasa Senin Kamis tidak hanya melatih fisik menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana mengendalikan emosi serta hawa nafsu. Menjalankan ibadah ini secara konsisten dapat membentuk kebiasaan beramal sunah secara rutin, memperdalam keikhlasan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, sekaligus menjadi ikhtiar untuk mendekatkan diri serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.






