Sebanyak 10 warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Jawa Barat, bersama prajurit TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang menggarap lahan yang merupakan aset milik Kodim. Kerja sama ini difokuskan pada pengolahan lahan produktif untuk ditanami komoditas jagung.
Para narapidana diberangkatkan dari Lapas Kelas IIA Karawang menuju lokasi perkebunan menggunakan bus pemasyarakatan milik lapas. Sesampainya di lokasi, para warga binaan langsung melakukan serangkaian tahapan pengelolaan lahan, mulai dari membuka lahan baru hingga membuat sanitasi pada lahan tersebut agar siap ditanami jagung.
Perawatan dan Pengairan Lahan Jagung
Selain membuka lahan baru, para narapidana juga merawat tanaman jagung yang sudah berada dalam masa pertumbuhan. Warga binaan melubangi barisan gundukan tanah yang sudah disanitasi, kemudian memberikan pupuk berupa urea dan NPK untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Potret Krisis Hantam Tetangga RI, Warga Gali Tanah untuk Dapatkan Air

Untuk memastikan pasokan air tercukupi, para narapidana memasang mesin alkon, yaitu pompa air sentrifugal portabel. Pengoperasian mesin pompa ini berfungsi mengalirkan air irigasi ke seluruh area tanam demi menjaga kelembapan tanah.
Dukung Ketahanan Pangan dan Bimbingan Kerja
Kegiatan pemanfaatan lahan ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Menteri Agus berulang kali mendorong seluruh jajarannya agar terbuka dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan setempat, sehingga lapas dapat berkembang dan kehadirannya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Eks Menag Yaqut Jelaskan soal Marah-marah di Rapat Usai Ada Pansus Haji

Ketahanan pangan merupakan salah satu fokus program kerja Menteri Agus dalam mendukung agenda Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini sekaligus menjadi sarana bimbingan kerja yang menyerap tenaga banyak narapidana.
Melalui bimbingan kerja di bidang ketahanan pangan, para warga binaan diharapkan dapat berdaya dan menguasai keterampilan di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan. Keahlian praktis yang diperoleh tersebut dipersiapkan menjadi bekal berharga bagi para narapidana setelah menyelesaikan masa pidana mereka.






