berputar.id
BerandaEkonomiNasionalPopuler
Beranda/Ekonomi

Kata Ekonom dan Perencana Keuangan soal Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton

Sri NugrohoDiterbitkan 23 Agu 2026 - 04.23 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kata Ekonom dan Perencana Keuangan soal Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan data mengenai kepemilikan emas masyarakat Indonesia yang tersimpan secara mandiri dan pribadi, termasuk yang disimpan secara tradisional di bawah bantal, yang diperkirakan telah mencapai angka sekitar 1.800 ton. Angka kepemilikan fisik emas yang sangat masif ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam mengumpulkan dan menyimpan kekayaan pribadi dari waktu ke waktu.

Nilai total dari akumulasi simpanan emas sebanyak 1.800 ton tersebut dihitung bernilai sangat fantastis, yakni berkisar pada angka USD 252 miliar. Apabila dikonversikan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan acuan nilai tukar atau kurs sebesar Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat, maka nilai keseluruhan simpanan emas tersebut menyentuh angka sekitar Rp 4.470 triliun. Jumlah ini merupakan potensi kekayaan rumah tangga yang luar biasa besar dalam peta perekonomian domestik.

Besarnya volume dan nilai simpanan emas yang berada di luar penyimpanan lembaga formal ini memicu perhatian luas dari para pengamat ekonomi serta perencana keuangan. Di satu sisi, simpanan fisik tersebut membuktikan solidnya daya tahan kekayaan perorangan dan keluarga Indonesia. Namun di sisi lain, mengendapnya aset bernilai ribuan triliun rupiah di ruang privat menghadirkan tantangan ekonomi yang cukup mendasar mengenai bagaimana aset pasif tersebut dapat dioptimalkan tanpa mengurangi rasa aman masyarakat.

Peran Emas sebagai Bantalan Ketahanan Finansial Rumah Tangga

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memberikan pandangannya terkait fenomena kepemilikan emas oleh masyarakat yang menyentuh angka 1.800 ton tersebut. Fakhrul Fulvian menilai bahwa tingginya angka kepemilikan emas di kalangan masyarakat Indonesia merupakan bentuk nyata dari kekayaan rumah tangga yang selama ini menjalankan fungsi krusial sebagai bantalan ketahanan finansial masyarakat luas.

Kekayaan yang terakumulasi dalam bentuk logam mulia memberikan rasa aman bagi keluarga ketika harus menghadapi gejolak ekonomi. Fakhrul Fulvian menggarisbawahi bahwa bahkan dalam kondisi ketidakpastian, emas selama ini telah menjadi salah satu lapisan perlindungan utama bagi kekayaan rumah tangga di Indonesia. Logam mulia ini secara konsisten diandalkan sebagai perisai penyangga kekayaan di saat instrumen lain mungkin mengalami volatilitas atau tekanan pasar yang tinggi.

Kebiasaan masyarakat menyimpan emas secara pribadi, termasuk menyimpan di rumah maupun di bawah bantal, memperlihatkan bahwa emas diposisikan sebagai jaring pengaman yang dapat diandalkan secara mandiri. Keberadaan emas sebagai penyangga ini membuktikan ketahanan finansial rumah tangga Indonesia terbangun lewat akumulasi aset riil yang dapat bertahan dalam berbagai fase siklus ekonomi dan ketidakpastian yang terjadi.

Biaya Peluang dari Emas yang Mengendap di Luar Ekosistem Keuangan

Kendati emas terbukti ampuh menjadi lapisan pelindung kekayaan keluarga, Fakhrul Fulvian memberikan catatan kritis mengenai aspek efisiensi ekonomi makro dari aset yang disimpan secara mandiri tersebut. Fakhrul Fulvian menekankan adanya biaya peluang atau opportunity cost yang terbuang apabila nilai kekayaan yang begitu besar tersebut terus dibiarkan mengendap begitu saja sebagai aset pasif di luar ekosistem keuangan resmi.

Biaya peluang tersebut muncul karena emas fisik yang hanya disimpan secara pribadi di rumah tidak dapat berputar untuk menggerakkan sektor produktif. Fakhrul Fulvian menerangkan bahwa fisik emas yang hanya disimpan secara mandiri tidak dapat secara langsung berubah menjadi penyaluran kredit, modal usaha bagi para pelaku bisnis, pembiayaan investasi untuk berbagai proyek, maupun dana pendukung kegiatan produktif lainnya dalam perekonomian.

Dengan nilai mencapai Rp 4.470 triliun atau sekitar USD 252 miliar pada kurs Rp 17.694 per dolar AS, timbunan emas yang mengendap tersebut sebenarnya memuat kapasitas permodalan yang sangat besar. Akan tetapi, karena posisinya berada di luar sirkulasi sistem keuangan formal, potensi dana tersebut tidak dapat memberikan daya dorong langsung terhadap pembiayaan usaha, ekspansi industri, atau penciptaan aktivitas ekonomi produktif di tengah masyarakat.

Baca Juga

RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang Disahkan

RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang Disahkan

Arah Kebijakan Pemerintah dalam Menghadirkan Nilai Tambah Ekonomi

Menyikapi besarnya timbunan aset emas pasif tersebut, Fakhrul Fulvian menyarankan agar pemerintah menetapkan arah kebijakan yang tepat dan konstruktif. Fakhrul Fulvian menyarankan agar arah kebijakan pemerintah tidak perlu berfokus pada upaya untuk mengurangi minat warga dalam mengoleksi atau menyimpan emas fisik yang selama ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan finansial mereka.

Sebaliknya, fokus kebijakan pemerintah sebaiknya diarahkan pada penyediaan sarana dan mekanisme yang tepat agar aset emas milik masyarakat tersebut dapat memperoleh nilai tambah secara ekonomi. Melalui penyediaan wadah atau sarana yang terintegrasi dengan ekosistem keuangan, kekayaan emas yang sebelumnya pasif dapat difasilitasi sehingga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih luas tanpa menghilangkan kepemilikan dasarnya.

Langkah menyediakan sarana nilai tambah ekonomi ini dipandang jauh lebih produktif dibandingkan membatasi kecenderungan alami masyarakat dalam memegang emas. Dengan pendekatan yang akomodatif, minat masyarakat dalam menjaga ketahanan finansial melalui kepemilikan emas tetap terpelihara, sementara pada saat yang sama terbuka peluang pemanfaatan aset tersebut bagi penguatan sistem keuangan dan perekonomian secara keseluruhan.

Karakteristik Arus Kas dan Pengaruh Biaya Transaksi pada Emas

Dari sudut pandang perencanaan keuangan perorangan, perencana keuangan Mike Rini menjelaskan bahwa efektivitas investasi emas sebenarnya sangat bergantung pada jangka waktu atau durasi kepemilikannya. Hal ini disebabkan oleh karakter dasar dari instrumen emas yang memang tidak menghasilkan arus kas atau cash flow berkala, baik dalam hitungan harian maupun bulanan bagi para pemegangnya.

Ketiadaan arus kas rutin ini membuat investor emas tidak bisa mengharapkan pemasukan berkala seperti halnya instrumen yang memberikan bunga atau dividen. Oleh karena itu, keuntungan dari kepemilikan emas murni bergantung pada kenaikan harga jual di masa mendatang dibandingkan dengan harga beli awalnya, yang membutuhkan waktu tertentu untuk dapat terealisasi secara optimal.

Mike Rini menegaskan bahwa melakukan transaksi jual beli emas secara simultan dalam jangka waktu pendek, seperti rentang mingguan atau bulanan, belum memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Kondisi belum untung dalam jangka pendek tersebut terjadi karena adanya komponen biaya transaksi yang harus ditanggung, serta adanya selisih atau spread yang cukup lebar antara harga jual dan harga beli kembali emas di pasar.

Untuk memperoleh keuntungan bersih, pergerakan kenaikan harga emas harus mampu melampaui beban spread harga jual-beli dan biaya transaksi tersebut terlebih dahulu. Karena faktor biaya transaksi dan spread ini, aktivitas spekulasi atau perdagangan emas dalam rentang waktu yang sangat singkat dinilai tidak efektif dan tidak mendatangkan imbal hasil yang diharapkan bagi investor.

Perkiraan Imbal Hasil Emas Berdasarkan Tren Historis

Dalam menilai potensi pertumbuhan nilai emas, data historis memberikan gambaran mengenai laju apresiasi harga logam mulia ini dari waktu ke waktu. Secara historis, pergerakan harga emas dalam rentang waktu 20 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 6 persen per tahun, yang membuktikan konsistensi nilainya dalam jangka panjang.

Sementara itu, untuk kondisi saat ini, imbal hasil atau yield dari instrumen emas diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen per tahun di luar adanya lonjakan harga tertentu yang terjadi sewaktu-waktu. Angka perkiraan ini mencerminkan laju imbal hasil rata-rata yang dapat dijadikan acuan oleh masyarakat dalam mengukur performa aset emas mereka dalam kondisi pasar yang berjalan normal.

Baca Juga

Karhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa Liar

Karhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa Liar

Adanya potensi pertumbuhan tahunan sebesar 5 hingga 6 persen secara historis, serta estimasi 4,6 persen per tahun pada kondisi saat ini di luar lonjakan tertentu, menegaskan sifat emas sebagai instrumen pelindung nilai kekayaan yang stabil. Meskipun tidak menawarkan lonjakan keuntungan yang instan, pergerakan harga historis tersebut cukup konsisten untuk menjaga nilai riil aset dalam jangka waktu yang panjang.

Durasi Simpan Ideal Emas untuk Hasil Optimal di Atas Inflasi

Mempertimbangkan faktor beban biaya spread serta karakteristik imbal hasilnya, Mike Rini memberikan panduan mengenai jangka waktu simpan yang ideal bagi masyarakat yang berinvestasi pada emas. Menurut Mike Rini, durasi simpan selama tiga hingga lima tahun merupakan rentang waktu yang ideal untuk menghasilkan imbal hasil di atas tingkat inflasi.

Jangka waktu tiga hingga lima tahun tersebut dinilai sangat efektif untuk memberikan ruang bagi harga emas tumbuh melampaui inflasi, terlebih lagi jika kondisi perekonomian sedang berada dalam fase ketidakpastian atau ketika pasar sedang berada dalam tren penurunan suku bunga acuan. Dalam situasi penurunan suku bunga acuan atau ketidakpastian ekonomi makro, instrumen emas cenderung mendapatkan dorongan daya tarik yang menguntungkan bagi penyimpan jangka menengah.

Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki orientasi jangka lebih panjang, Mike Rini menekankan bahwa durasi menyimpan emas di atas 5 tahun hingga 10 tahun merupakan jangka waktu yang paling ideal jika menginginkan apresiasi pertumbuhan aset jangka panjang. Dalam rentang waktu di atas 5 tahun hingga 10 tahun, potensi kenaikan nilai emas dapat terakumulasi secara maksimal sehingga fungsi apresiasi modal dan perlindungan kekayaannya dapat dinikmati secara penuh oleh pemilik aset.

Komparasi Karakteristik Emas dengan Deposito Perbankan dan Saham Dividen

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi masyarakat dalam mengelola portofolio keuangannya, Mike Rini juga membandingkan karakteristik instrumen emas dengan instrumen investasi lainnya, yaitu deposito perbankan dan saham, khususnya saham pembagi dividen.

Pada instrumen deposito perbankan, return atau imbal hasil yang ditawarkan berada pada tingkat yang setara atau sedikit di bawah tingkat inflasi karena adanya potongan pajak. Walaupun demikian, instrumen deposito perbankan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh emas batangan, yaitu tetap memberikan arus kas atau cash flow rutin berupa pembayaran bunga kepada nasabahnya.

Di sisi lain, untuk instrumen saham, khususnya saham-saham yang rutin membagikan dividen kepada pemegang saham, menawarkan kombinasi manfaat yang berbeda. Saham pembagi dividen menawarkan pendapatan berupa cash flow sekaligus memberikan potensi return on investment atau imbal hasil investasi rata-rata di kisaran 10 hingga 12 persen per tahun untuk jangka waktu investasi antara 5 hingga 10 tahun.

Perbandingan antara simpanan emas, deposito, dan saham pembagi dividen ini memperlihatkan fungsi masing-masing instrumen dalam perencanaan kekayaan. Simpanan emas sebanyak 1.800 ton bernilai Rp 4.470 triliun yang dimiliki masyarakat berfungsi kokoh sebagai bantalan ketahanan finansial jangka panjang, sementara deposito dan saham pembagi dividen melengkapi kebutuhan perolehan arus kas berkala serta potensi imbal hasil pertumbuhan yang lebih tinggi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaAirlangga HartartoEmasInvestasi Emas

Berita Terbaru Lainnya

RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang DisahkanKarhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa LiarBNPB Catat 8.900 Hektare Lahan Terbakar di Kalsel dan Kerahkan Personel di Enam ProvinsiKomdigi Serahkan 15 Ton Bantuan Logistik dan 20 Perangkat Starlink untuk Dukung Penanganan Gempa NTTKemenhut Ungkap Berbagai Tantangan Pemadaman Kebakaran Hutan di Kawasan Gambut Way KambasLink Foto Pray For Kalimantan 2026 Gratis untuk Medsos dan Update Sebaran KarhutlaProfil Ari Askhara, Eks Bos Garuda yang Mundur dari Dirut HUMILive Streaming Final Thailand vs Vietnam Leg 1 Piala AFF 2026, Jadwal, Siaran Langsung, dan Rekam Jejak

Paling Banyak Dibaca

Meja dan Kursi Baru dari Pertamina Pacu Semangat Belajar Siswa SDN Batu Cermin

Nasional

Meja dan Kursi Baru dari Pertamina Pacu Semangat Belajar Siswa SDN Batu Cermin

23 Agu 2026

Gebyar Diskon Transmart Full Day Sale, Alat Elektronik Turun Harga

Ekonomi

Gebyar Diskon Transmart Full Day Sale, Alat Elektronik Turun Harga

23 Agu 2026

Rak Besi 5 Susun Cuma Rp 800 Ribuan di Transmart Full Day Sale Minggu 23 Agustus 2026

Ekonomi

Rak Besi 5 Susun Cuma Rp 800 Ribuan di Transmart Full Day Sale Minggu 23 Agustus 2026

23 Agu 2026

Ketentuan Batas Maksimum Suku Bunga dan Biaya Manfaat Pinjol Resmi OJK Jadi Sorotan Usai Putusan KPPU

Pinjaman Online

Ketentuan Batas Maksimum Suku Bunga dan Biaya Manfaat Pinjol Resmi OJK Jadi Sorotan Usai Putusan KPPU

23 Agu 2026

Jadwal Pengumuman Hasil dan Mekanisme Seleksi Kompetensi Bidang SKB CPNS BKN Lengkap dengan Aturan Kelulusan

CPNS

Jadwal Pengumuman Hasil dan Mekanisme Seleksi Kompetensi Bidang SKB CPNS BKN Lengkap dengan Aturan Kelulusan

23 Agu 2026

RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang Disahkan

Bisnis

RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang Disahkan

23 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Meja dan Kursi Baru dari Pertamina Pacu Semangat Belajar Siswa SDN Batu CerminNasional 路 23 Agu 2026
  2. 2Gebyar Diskon Transmart Full Day Sale, Alat Elektronik Turun HargaEkonomi 路 23 Agu 2026
  3. 3Rak Besi 5 Susun Cuma Rp 800 Ribuan di Transmart Full Day Sale Minggu 23 Agustus 2026Ekonomi 路 23 Agu 2026
  4. 4Ketentuan Batas Maksimum Suku Bunga dan Biaya Manfaat Pinjol Resmi OJK Jadi Sorotan Usai Putusan KPPUPinjaman Online 路 23 Agu 2026
  5. 5Jadwal Pengumuman Hasil dan Mekanisme Seleksi Kompetensi Bidang SKB CPNS BKN Lengkap dengan Aturan KelulusanCPNS 路 23 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasional

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap