Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan telah membakar area seluas kurang lebih 8.900 hektare. Data luasan kebakaran lahan ini menjadi rujukan utama bagi otoritas penanggulangan bencana dalam memetakan besaran dampak lingkungan sekaligus menyusun strategi intervensi penanganan yang tepat di bentang alam terdampak. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan menjadi bagian dari tantangan kebencanaan yang dihadapi di berbagai kawasan di Indonesia.
Dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di enam provinsi secara bersamaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama para pihak terkait terus mengerahkan ribuan personel gabungan serta berbagai sarana operasional. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan bahwa pengerahan personel dan peralatan penunjang ini dijalankan secara intensif guna mengendalikan penyebaran api, menekan kemunculan titik panas, serta meminimalkan dampak karhutla di seluruh enam provinsi yang terdampak.
Luas Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan Mencapai Sekitar 8.900 Hektare
Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, luasan lahan yang terbakar di wilayah Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 8.900 hektare. Besaran luasan 8.900 hektare tersebut mencerminkan tingginya intensitas kebakaran lahan yang melanda kawasan tersebut dan memerlukan penanganan berkesinambungan antara satuan tugas di darat maupun dari udara.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyampaikan bahwa informasi mengenai luas lahan terbakar seluas sekitar 8.900 hektare di Kalimantan Selatan ini menjadi dasar penting bagi BNPB beserta instansi terkait untuk mengarahkan sumber daya pemadaman. Pencatatan area yang terdampak membantu tim di lapangan dalam menentukan lokasi prioritas pembasahan dan pemadaman titik api secara sistematis.
Penanganan karhutla seluas sekitar 8.900 hektare di Kalimantan Selatan dilakukan dengan mengerahkan seluruh sarana yang tersedia. BNPB memastikan bahwa proses evaluasi luasan lahan terbakar terus diperbarui agar langkah-langkah pengendalian yang dijalankan bersama seluruh instansi terkait dapat secara efektif meredam penyebaran api dan mencegah meluasnya lahan yang terbakar di provinsi tersebut.
Konsentrasi Titik Panas Tinggi dan Dampak Kabut Asap di Kalimantan Selatan
Dalam pemantauan sebaran titik panas di Kalimantan Selatan, BNPB mengidentifikasi adanya beberapa kawasan dengan konsentrasi hotspot yang terpantau cukup tinggi. Keberadaan konsentrasi titik panas ini menjadi fokus perhatian utama operasi pengendalian agar kobaran api tidak meluas ke area permukiman maupun infrastruktur vital.
Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan bahwa konsentrasi hotspot yang cukup tinggi di Kalimantan Selatan khususnya berada di kawasan Ring 1 yang mendekati bandara. Selain di area Ring 1 bandara, titik panas yang cukup tinggi juga terpantau terkonsentrasi di wilayah Kota Banjar, Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Tanah Laut. Keempat kawasan ini diprioritaskan dalam skema pemadaman darat dan pemantauan berkala guna membatasi penyebaran karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Selatan juga sempat menimbulkan kemunculan kabut asap. Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan bahwa kabut asap sempat muncul di wilayah Kalimantan Selatan pada tanggal 19 hingga 20 Agustus, dengan kemunculan yang terpantau khususnya pada waktu pagi hari. Fenomena kabut asap pada 19-20 Agustus tersebut menegaskan pentingnya pemadaman terpadu di kawasan Ring 1 dekat bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut agar jarak pandang dan kualitas udara di pagi hari tetap terjaga.
Kesiapsiagaan 9.800 Personel Gabungan dan Sembilan Helikopter di Kalsel
Guna mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang telah mencapai luasan sekitar 8.900 hektare di Kalimantan Selatan, BNPB bersama pihak terkait menyiagakan serta mengerahkan kekuatan personel dalam jumlah besar. Setidaknya sekitar 9.800 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di bentang wilayah Kalimantan Selatan.
Sebanyak 9.800 personel gabungan tersebut ditugaskan untuk melakukan operasi pemadaman darat, penyisiran area terbakar, pembasahan gambut, dan penyekatan titik api agar tidak meluas. Keterlibatan 9.800 personel gabungan ini menjadi tulang punggung operasi pemadaman di area-area strategis, termasuk wilayah Kota Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, serta kawasan Ring 1 di sekitar bandara.
Karhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa Liar

Selain kekuatan 9.800 personel gabungan di jalur darat, BNPB juga menyiagakan sembilan unit helikopter di Kalimantan Selatan. Sembilan unit helikopter ini disiagakan untuk memberikan dukungan mobilitas pemantauan udara serta melaksanakan operasi pemadaman titik api dari udara. Integrasi antara 9.800 personel darat dan sembilan unit helikopter menjadi pilar utama penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan.
Penggelaran 11 Unit Helikopter dan Dua Pangkalan Satgas Udara di Kalbar
Penanganan karhutla oleh BNPB juga dilaksanakan secara intensif di Provinsi Kalimantan Barat. Di wilayah Kalimantan Barat, BNPB telah menggelar armada udara yang terdiri dari 11 unit helikopter untuk mendukung mobilitas pengendalian kebakaran dari udara secara komprehensif.
Dari total 11 unit helikopter yang digelar di Kalimantan Barat, BNPB menyiagakan enam unit helikopter pemadam atau water bombing. Kehadiran enam unit water bombing ini dirancang khusus untuk menjatuhkan air langsung ke titik api aktif yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga proses pemadaman dapat berlangsung cepat dan terarah.
Untuk mendukung kelancaran seluruh operasional armada udara di Kalimantan Barat, BNPB menyiagakan dua pangkalan atau base Satgas Udara. Kedua base Satgas Udara tersebut ditempatkan di lokasi strategis, yaitu di Bandara Supadio dan di Ketapang. Pembagian dua pangkalan di Bandara Supadio dan Ketapang ini memudahkan mobilisasi logistik, pengisian air, serta koordinasi penerbangan armada Satgas Udara di wilayah Kalimantan Barat.
Pergeseran Armada Helikopter Patroli dan Water Bombing ke Wilayah Selatan Kalbar
Dalam rangka merespons dinamika kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, BNPB melakukan langkah penyesuaian operasional dengan menggeser armada helikopter yang bertugas di provinsi tersebut. Pergeseran ini ditujukan untuk memperkuat sektor-sektor yang mengalami dampak kebakaran cukup signifikan.
Brigjen TNI Djohan Darmawan memaparkan bahwa unit-unit helikopter patroli dan water bombing di Kalimantan Barat digeser untuk memperkuat daerah-daerah yang terdampak, khususnya yang berada di wilayah bagian selatan. Langkah penataan armada ini diambil guna memastikan intervensi udara dapat merespons sebaran titik api secara lebih terpusat dan efektif.
Adapun daerah-daerah di wilayah selatan Kalimantan Barat yang diperkuat oleh pergeseran unit helikopter patroli dan water bombing tersebut mencakup wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Kubu Raya. Dengan penguatan armada udara di Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya, operasi pengeboman air dan pemantauan karhutla di kawasan terdampak tersebut dapat dilakukan secara optimal dengan dukungan pangkalan udara di Supadio dan Ketapang.
Respons Peningkatan Titik Api di Kalteng dengan Pengerahan 10 Armada Udara
Selain Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat, wilayah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengalami dinamika peningkatan intensitas titik api. Kenaikan intensitas titik api di wilayah ini menuntut langkah tanggap darurat yang cepat dan terkoordinasi dari BNPB dan instansi penanggulangan bencana.
Merespons terjadinya peningkatan intensitas titik api di Kalimantan Tengah, BNPB telah mengerahkan 10 unit armada udara ke provinsi tersebut. Pengerahan 10 unit armada udara ini ditujukan untuk mempercepat deteksi dini dari udara serta melaksanakan aksi pemadaman langsung pada titik-titik kebakaran aktif.
Brigjen TNI Djohan Darmawan merinci bahwa komposisi 10 unit armada udara yang dikerahkan di Kalimantan Tengah terdiri dari:
Komdigi Serahkan 15 Ton Bantuan Logistik dan 20 Perangkat Starlink untuk Dukung Penanganan Gempa NTT

- Tiga unit helikopter jenis Bell
- Satu unit pesawat jenis Caravan yang memiliki fungsi serbaguna untuk operasi patroli maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
- Enam unit helikopter water bombing
Kombinasi tiga unit helikopter Bell, satu unit pesawat Caravan untuk patroli dan OMC, serta enam unit helikopter water bombing memberikan kesiapan penuh bagi Satgas Udara dalam memantau sebaran kebakaran dan memadamkan titik api di seluruh bentang wilayah Kalimantan Tengah.
Penyiapan Dua Pangkalan Udara dan Sarana Operasi Darat di Kalimantan Tengah
Untuk menunjang pengoperasian 10 unit armada udara di Kalimantan Tengah, BNPB menyiapkan dua pangkalan atau base operasi udara. Base pertama ditempatkan di Bandara Tjilik Riwut yang berada di Kota Palangka Raya. Sementara itu, base kedua disiapkan di Kabupaten Sampit guna memperluas jangkauan operasi penerbangan dan mempercepat penanganan titik api di sektor barat dan selatan Kalimantan Tengah.
Di samping kesiapsiagaan armada udara dan dua base pangkalan, BNPB juga melengkapi operasi pemadaman di Kalimantan Tengah dengan berbagai sarana pendukung darat. BNPB menyiapkan lima unit motor trail yang dirancang secara khusus untuk membantu mobilitas petugas dalam menjangkau lokasi-lokasi kebakaran yang berada di medan terpencil dan hanya bisa dilewati melalui jalan setapak.
Selain lima unit motor trail, BNPB juga menyiapkan berbagai sarana teknis pemadaman darat lainnya di Kalimantan Tengah yang mencakup:
- Mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan air pemadaman
- Pompa-pompa kecil yang fleksibel dibawa ke titik air terdekat
- Flexible tank sebagai wadah penampungan air portabel di dekat titik api
Ketersediaan lima motor trail, mobil tangki air, pompa-pompa kecil, dan flexible tank ini memastikan regu pemadam darat di Kalimantan Tengah memiliki peralatan yang memadai untuk menjangkau lokasi sulit dan memadamkan api bersamaan dengan operasi pengeboman air dari 10 armada udara.
Pengerahan Terpadu Personel dan Sarana BNPB di Enam Provinsi Terdampak
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah merupakan bagian integral dari operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh BNPB di enam provinsi. BNPB bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan para pihak terkait terus bersinergi mengerahkan seluruh potensi sumber daya yang ada.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan komitmen BNPB dan para pihak terkait dalam mengerahkan personel serta sarana penunjang di enam provinsi tersebut. Pengerahan kekuatan di darat seperti 9.800 personel gabungan di Kalsel, sarana motor trail, mobil tangki, pompa kecil, dan flexible tank di Kalteng, dipadukan secara terpadu dengan kekuatan Satgas Udara di berbagai pangkalan operasi.
Pengoperasian sembilan helikopter di Kalsel, 11 helikopter dengan dua base di Bandara Supadio dan Ketapang untuk wilayah Kalbar (termasuk pergeseran armada ke Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya), serta 10 armada udara dengan dua base di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Sampit untuk wilayah Kalteng membuktikan langkah komprehensif penanganan karhutla.
Melalui pengerahan personel darat, peralatan lapangan, kesiapsiagaan pangkalan udara, dan armada helikopter water bombing di seluruh wilayah terdampak, BNPB terus berupaya mengendalikan kebakaran lahan seluas sekitar 8.900 hektare di Kalimantan Selatan serta menekan kemunculan titik api di enam provinsi terdampak demi menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.






