Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan resmi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat. Langkah ini diputuskan akibat kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang kian memburuk di kedua wilayah tersebut.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, mengonfirmasi peningkatan status darurat tersebut pada Kamis (27/8/2026). Menurutnya, eskalasi status menjadi tanggap darurat ditujukan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mempercepat operasi pemadaman dan penanggulangan dampak kabut asap di tengah masyarakat. Hingga kini, seluruh daerah di Provinsi Riau telah menetapkan status darurat karhutla, dengan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai wilayah terbaru yang menetapkan status siaga.
Dampak Kualitas Udara dan Penyesuaian Sekolah
Di Kota Pekanbaru, konsentrasi partikulat PM2,5 telah menembus kategori sangat tidak sehat. Buruknya kualitas udara memaksa pemerintah daerah memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring guna melindungi peserta didik.
Breaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu Jakarta

Dampak karhutla ini mengganggu jalannya pendidikan tatap muka, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Khusus tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), skema PJJ diterapkan secara fleksibel mengacu pada perkembangan mutu udara di sekitar lokasi masing-masing sekolah.
Untuk mengantisipasi lonjakan gangguan kesehatan akibat paparan asap, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan telah menyiagakan posko kesehatan dan fasilitas rumah oksigen bagi warga terdampak.
Penanganan Cuaca dan Penegakan Hukum
Upaya penanggulangan kabut asap di udara Riau turut didukung lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tim satgas telah menyemai sebanyak 3 ton garam di berbagai titik sasaran untuk memicu hujan buatan dan menekan titik api.
Sempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali Normal

Dari sisi penegakan aturan, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat turun langsung memantau situasi di lapangan. Pemerintah mengambil tindakan tegas dengan menyegel empat area lahan dan menyetop operasional satu fasilitas industri yang terindikasi berkaitan dengan kemunculan titik panas.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla di Riau. Presiden menyampaikan apresiasi atas berkurangnya luasan lahan yang terbakar serta menginstruksikan pembentukan sistem pencegahan kebakaran yang bersifat permanen.






