Lembaga kemanusiaan Islamic Relief Indonesia melanjutkan aksi respons darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Penyaluran bantuan logistik tersebut difokuskan di dua wilayah terdampak, yakni Kecamatan Cibal dan Kecamatan Cibal Barat.
Bantuan kemanusiaan ini ditujukan bagi rumah tangga yang mengalami kerusakan tempat tinggal kategori berat. Penyaluran diprioritaskan bagi keluarga dengan anggota kelompok rentan, mencakup lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, anak balita, serta penyintas dengan kebutuhan khusus. Pada tahap pertama, pendistribusian bantuan telah menjangkau 112 kepala keluarga di empat desa di wilayah Cibal secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun.
Diduga Edarkan Vape Narkoba, DJ Perempuan di Medan Ditangkap Polisi

Proses verifikasi penerima manfaat dilakukan langsung ke lapangan melalui kerja sama dengan organisasi lokal Ayo Indonesia, kendati tim menghadapi tantangan medan pegunungan dan akses jalan yang sempat tertutup material longsor. Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus meninjau langsung jalannya distribusi di Kampung Tumpang Cibal. Di sisi lain, Camat Cibal Barat Yohanes Regon menggarisbawahi pentingnya koordinasi terpadu sejak pendataan awal untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mencegah tumpang tindih.
Aksi kemanusiaan ini merespons rangkaian gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores sejak 15 Agustus dan berdampak di tujuh kabupaten. Berdasarkan data per Selasa (25/8) sore, korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 telah mencapai 103 orang, dengan proporsi terbanyak dari kelompok perempuan dan lansia. Hingga waktu yang sama, tercatat sebanyak 7.259 kali gempa melanda NTT, termasuk gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 yang mengguncang kawasan Ruteng, Manggarai, pada Kamis (27/8) pukul 01:34 WIB.
Karhutla di Pekanbaru Naik Status Jadi Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Untuk langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang pascabencana, BMKG tengah mendampingi pemerintah daerah di Flores dalam menyusun peta mikrozonasi dan perencanaan rekonstruksi bangunan tahan gempa.






