Aktivitas vulkanik di Gunung Semeru, Jawa Timur, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pagi pukul 07.51 WIB dengan melontarkan kolom abu tebal ke udara.
Berdasarkan data pengamatan Badan Geologi, tinggi kolom abu akibat letusan tersebut teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Getaran erupsi terekam secara jelas pada perangkat seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi gempa letusan tercatat selama 102 detik.
Rekomendasi Jarak Aman Badan Geologi
Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Badan Geologi merilis panduan keselamatan dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan di sekitar lereng Semeru.
Ili Lewotolok Erupsi 4 Kali dalam 48 Jam, Kolom Abu Capai 600 Meter

Masyarakat diinstruksikan untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang jalur aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari kawah pusat erupsi. Sementara itu, pada jarak di luar 13 kilometer, warga tetap diminta menjauhi area sempadan sungai dengan jarak minimal 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan. Pembatasan ini diterapkan guna mengantisipasi perluasan luncuran awan panas guguran serta aliran lahar yang berisiko menerjang hingga radius 17 kilometer dari puncak.
Selain sektor tenggara, Badan Geologi menetapkan zona steril dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area puncak sangat berbahaya bagi aktivitas manusia karena rawan terhadap potensi lontaran material batu pijar bersuhu tinggi.
4 Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan Pagi Ini

Warga di kawasan sekitar lereng juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa awan panas, guguran lava, dan aliran lahar dingin, khususnya di sepanjang lembah dan sungai yang berhulu langsung di puncak Semeru. Jalur-jalur aliran sungai yang perlu diwaspadai secara intensif meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta percabangan anak-anak sungai di sekitarnya.






