Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan penutupan sementara operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan penghentian operasional wilayah udara ini memicu kepadatan calon penumpang dan tertahannya ratusan jadwal penerbangan di area bandara.
Di Terminal 3 Bandara Soetta, situasi sekitar pukul 07.00 WIB diwarnai antrean penumpang yang bertahan di sekitar area konter check-in. Seluruh deretan kursi tunggu terisi penuh, sehingga sebagian penumpang terpaksa duduk di lantai terminal sembari menanti perkembangan informasi. Dari pengeras suara terminal, pihak pengelola secara berkala mengimbau para penumpang agar tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi mengenai status operasional penerbangan mereka.
Gempa M 4.2 Guncang Bandung, Cek Peringatan Terbaru BMKG

Dampak penutupan ini langsung dirasakan oleh sejumlah calon penumpang rute internasional maupun domestik. Randi (29), salah seorang calon penumpang tujuan Kuala Lumpur, Malaysia, mengonfirmasi bahwa penerbangannya yang sedianya dijadwalkan terbang pada pukul 11.00 WIB mengalami pembatalan.
Penutupan operasional penerbangan mulanya diberlakukan mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB melalui penerbitan NOTAM Nomor A3341/26. Keputusan tersebut diambil setelah hasil uji paper test pada pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB mengonfirmasi adanya paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Evaluasi lanjutan yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB hingga 06.35 WIB kembali menunjukkan hasil positif, sehingga penutupan dipertegas melalui NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26.
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta

Secara akumulatif, penghentian operasional pada rentang waktu 01.30 WIB hingga 09.30 WIB ini berdampak pada 209 pergerakan penerbangan. Terkait armada di darat, pihak bandara memastikan total 170 pesawat berstatus Remain Over Night (RON) di area apron berada dalam kondisi aman, dengan sebaran 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, serta 4 pesawat kargo.






