Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Lampung kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 07.49 WIB. Aktivitas vulkanik terkini tersebut memicu sebaran abu vulkanik yang membubung ke udara di sekitar wilayah perairan Selat Sunda.
Erupsi yang terjadi pada pukul 07.49 WIB tersebut tercatat pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm serta durasi 19 detik. Berdasarkan pantauan aktivitas, abu vulkanik teramati menyebar dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 km mengarah ke selatan-barat daya. Wilayah sebaran abu vulkanik ini mencakup sebagian kawasan barat laut Banten hingga barat laut Samudera Hindia di lepas pantai Banten.
Masih Siaga! Anak Krakatau Erupsi Lagi-Gempa Menerus Terjadi Hari Ini

Peristiwa letusan pada pukul 07.49 WIB ini merupakan kelanjutan dari aktivitas vulkanik yang terjadi lebih awal pada hari yang sama. Gunung Anak Krakatau sebelumnya juga dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa pagi sekitar pukul 05.34 WIB. Pada letusan pukul 05.34 WIB tersebut, tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual, namun seismograf merekam getaran dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik.
Rekomendasi dan Radius Bahaya Badan Geologi
Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi merilis imbauan dan rekomendasi bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api. Badan Geologi menginstruksikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati area kawah aktif.
1.999 Dapur MBG Resmi Ditutup Sementara, Ini Biang Keroknya

Seluruh aktivitas dilarang berada dalam radius 3 km dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi ancaman bahaya letusan material vulkanik.






