Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong keterlibatan sektor swasta dan kementerian terkait untuk mempercepat pemulihan serta pembangunan kembali hunian warga yang rusak akibat bencana gempa bumi.
Kondisi para penyintas di lapangan saat ini menunjukkan situasi yang beragam. Di Kabupaten Sikka, sebagian masyarakat mulai meninggalkan pengungsian dan kembali ke kediaman masing-masing untuk menjalani rutinitas normal. Di sisi lain, sebagian warga di lokasi terdampak lainnya masih memilih bertahan di tenda darurat lantaran mengkhawatirkan potensi gempa susulan.
Gempa Flores, Apakah 5.966 Gempa Susulan Ini Normal dan Kapan Akan Berakhir?

Menyikapi perkembangan tersebut, Melkiades meminta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai kepastian waktu masyarakat dapat beraktivitas penuh, sehingga perbaikan dan rekonstruksi rumah yang hancur bisa segera dieksekusi.
Sejumlah pihak swasta dan pejabat kementerian tercatat telah menyampaikan komitmen bantuan. Pemilik Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, berkomitmen membangun 500 unit rumah bagi warga terdampak gempa di NTT. Inisiatif pembangunan tersebut direncanakan mulai dibuka pada pekan depan apabila kondisi di lokasi sudah memungkinkan.
Prabowo Salurkan Rp 200 M untuk Gempa NTT, Provinsi Rp 40 M, Kabupaten Rp 20 M

Selain sektor swasta, dukungan rekonstruksi fisik juga dipersiapkan oleh instansi pemerintah. Menteri ESDM direncanakan menyalurkan bantuan pembangunan rumah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sementara itu, jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di bawah kepemimpinan Ara Sirait turut bersiap bergerak ke wilayah terdampak pada pekan depan untuk membantu penanganan di daerah yang kondisinya relatif stabil.






