Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan 48 unit generator set (genset) tipe senyap (silent) ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas kelistrikan darurat ini dikirimkan untuk menjamin kelancaran layanan medis di fasilitas kesehatan, menyusul gempa yang merusak infrastruktur dan memaksa pelayanan berpindah ke luar gedung.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi puskesmas yang mendirikan tenda darurat akibat gedung rusak maupun trauma warga yang enggan berada di dalam ruangan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan kepastian distribusi ini saat rapat penanganan gempa NTT bersama Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/8). Bahlil menyebutkan puluhan genset tersebut dijadwalkan tiba di lokasi pada Kamis (27/8).
BMKG Siapkan Peta Mikrozonasi untuk Rekonstruksi Tahan Gempa di Flores

Keputusan mendatangkan unit pembangkit listrik ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pengiriman logistik menuju tujuh kabupaten terdampak di NTT didukung armada pesawat angkut yang disiapkan melalui koordinasi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pilihan pada genset tipe silent diambil secara khusus demi menjaga ketenangan serta kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan medis di tenda-tenda darurat.
Dukcapil Jemput Bola Pulihkan Dokumen 3.055 Warga Korban Gempa

Pada saat bersamaan, penanganan dampak gempa terus dipercepat di berbagai lini. Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di Nagekeo, NTT, dan menjanjikan perbaikan rumah warga sesegera mungkin. Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto turut memastikan dana bantuan Rp20 miliar per kabupaten telah diterima pemerintah daerah setempat, sembari terus memperkuat penyaluran logistik ke pengungsian mandiri di kawasan pelosok.






