Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendampingi pemerintah daerah di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam menyusun peta mikrozonasi untuk memastikan proses rekonstruksi permukiman dan fasilitas publik memenuhi standar bangunan tahan gempa.
Dalam proses penyusunan tersebut, BMKG menggelar survei mikroseismik dan makroseismik guna memetakan respons karakteristik tanah lokal terhadap potensi amplifikasi guncangan. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa dokumen peta mikrozonasi ini memuat standar penataan ruang sekaligus desain teknis tahan gempa. Hasil pemetaan nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai rujukan utama rehabilitasi dan rekonstruksi.
ESDM Kirim 48 Genset Silent ke Puskesmas Terdampak Gempa NTT

Penyusunan peta mitigasi bencana ini mendesak menyusul aktivitas seismik yang tinggi. BMKG mencatat rangkaian gempa yang mengguncang NTT sejak 15 Agustus telah mencapai 7.259 kali hingga Selasa (25/8). Berdasarkan pemantauan instrumen, klaster sumber gempa susulan bergerak bergeser ke arah barat pada kedalaman yang relatif dangkal di sekitar 10 kilometer. BMKG secara berkala memperbarui data pemantauan gempa susulan dua kali sehari, yakni setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB.
Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 tersebut tercatat menelan 103 korban meninggal dunia hingga Selasa (25/8) sore, dengan mayoritas korban merupakan kelompok lansia dan perempuan.
Dukcapil Jemput Bola Pulihkan Dokumen 3.055 Warga Korban Gempa

Kondisi kerentanan wilayah mendorong perlunya evaluasi teknis konstruksi di daerah. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menilai penyesuaian regulasi standar pendirian bangunan mutlak diperlukan, terutama terhadap risiko kerusakan pada struktur bangunan yang memiliki lebih dari dua lantai. Sementara itu, untuk pemulihan sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu鈥檛i memastikan sekolah-sekolah terdampak gempa di Flores diprioritaskan masuk dalam program revitalisasi 2026 serta mendapat bantuan logistik dan dana pendukung.






