Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang, Banten, terpantau menurun seiring dengan dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi menyusutnya aliran sungai tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan serta memantau secara berkala kondisi air baku di tiap wilayah.
Penurunan Muka Air di Bendung Pasar Baru
Penurunan debit air terlihat jelas pada tinggi muka air di Pintu Air 10 (Bendung Pasar Baru) Kota Tangerang. Saat ini, ketinggian muka air Sungai Cisadane di lokasi tersebut berada pada level 11,55 meter. Kondisi ini berada di bawah batas normal yang biasanya mencapai ketinggian 12,40 meter.
Penyusutan ketinggian air tersebut terjadi akibat berlangsungnya musim kemarau serta minimnya pasokan air yang mengalir dari wilayah hulu di Bogor. Menyikapi berkurangnya pasokan air tersebut, seluruh pintu air di Bendungan Pasar Baru kini telah ditutup secara menyeluruh.
Kesaksian Warga Bandung dan Cimahi Saat Dengar Dentuman

Langkah Mitigasi dan Status Siaga Darurat
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air yang memiliki peran sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Tangerang dan area sekitarnya. Oleh sebab itu, penurunan debit air mendapat perhatian serius melalui berbagai langkah mitigasi.
Mahdiar menuturkan, sejumlah upaya antisipasi telah dilakukan oleh pihak BPBD. Langkah tersebut mencakup pemantauan kondisi sumber air baku, penyiapan skema distribusi air bersih, hingga inventarisasi armada tangki air guna memastikan kesiapan suplai ke masyarakat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain kesiapan sarana operasional, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga terus diperkuat. Penguatan koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air tetap dapat terpenuhi dengan baik selama masa berlakunya Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan.
BI, Ekonomi Global Masuki Fase Tak Menentu, Stabilitas Domestik Tetap Dijaga

Imbauan Penggunaan Air dan Kewaspadaan Kebakaran
Menghadapi kondisi kemarau saat ini, Mahdiar turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih sehari-hari. Kesadaran bersama dinilai sangat penting dalam menjaga kecukupan cadangan air baku yang ada.
Di samping pengelolaan konsumsi air, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kebakaran. Potensi kejadian kebakaran dapat mengalami peningkatan seiring dengan kondisi lingkungan yang menjadi jauh lebih kering selama musim kemarau.






