Tim SAR gabungan mengerahkan armada laut dan udara guna mencari kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9). Kapal yang mengangkut sebanyak 243 penumpang tersebut putus komunikasi sekitar pukul 01.00 WIB usai diterjang cuaca buruk di tengah laut.
Operasi pencarian dikoordinasikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC). Dari wilayah Kalimantan Selatan, satu tim penyelamat dari Kantor SAR Banjarmasin telah diberangkatkan sejak pukul 04.30 WITA dari Dermaga SAR Basirih menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam menuju titik koordinat terakhir kapal.
Untuk memperkuat penyisiran, Kantor SAR Surabaya turut mengirimkan bantuan alutsista berupa kapal penyelamat dan helikopter ke perairan Laut Jawa.
Tanggap Darurat Gempa di Flores Berakhir, Kini Masuk Pemulihan

Pergerakan Armada dari Surabaya
Kantor SAR Surabaya memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB. Kapal tersebut melaju dengan kecepatan 14 knot dan diperkirakan tiba di area pencarian sekitar pukul 21.30 WIB.
KN SAR 249 Permadi berlayar dengan membawa 11 orang kru kapal, empat orang personel rescuer Kantor SAR Surabaya, serta dua personel Polairud Polda Jatim.
Pencarian Hari Keenam, 16 Kapal Dikerahkan Sisir 6.000 Mil Laut Persegi

Selain jalur laut, dukungan operasi udara dilakukan dengan menerbangkan Helikopter HR 3601 dari Skuadron 400 Lanudal Juanda pada pukul 08.22 WIB menuju Banjarmasin. Helikopter yang mengangkut lima kru penerbang dan dua rescuer Kantor SAR Surabaya tersebut diperkirakan mendarat sekitar pukul 10.31 WIB untuk membantu pemantauan visual dari udara.
Di sisi lain, personel Pos SAR Sumenep juga menjalin koordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Masalembu guna menyebarkan informasi darurat kepada kapal-kapal niaga maupun nelayan yang melintas di sekitar koridor pelayaran Surabaya-Banjarmasin.






