Bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu respons cepat dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang kini menjadi bagian dari Danantara, terus berupaya aktif dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana tersebut. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata guna memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Flores yang sedang menghadapi masa-masa sulit setelah diguncang gempa.
Untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan berjalan dengan optimal di lapangan, jajaran manajemen puncak BRI turun langsung ke lokasi. Direktur Operations BRI Hakim Putratama bersama Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya melakukan peninjauan langsung ke wilayah-wilayah yang terdampak gempa di NTT. Kehadiran langsung para direksi ini bertujuan untuk memantau kondisi riil di lokasi bencana secara langsung, sehingga langkah taktis pemulihan dapat dikoordinasikan dengan lebih cepat dan tepat sasaran demi keselamatan warga.
Sebagai bentuk langkah nyata dalam mempercepat pemulihan dan penanganan darurat, BRI mendirikan infrastruktur pendukung berupa posko logistik di wilayah terdampak. BUMN ini membangun tiga posko logistik utama yang tersebar di tiga wilayah terdampak bencana di Flores, yaitu di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Nagekeo. Keberadaan posko logistik ini sangat krusial untuk mempermudah distribusi bantuan. Tidak hanya posko logistik, BRI juga mendirikan fasilitas dapur umum khusus di wilayah Nagekeo untuk membantu menyediakan kebutuhan pangan darurat bagi warga setempat.
Bea Cukai Gagalkan 32 Kasus Penyelundupan, Nilainya Tembus Rp846 Miliar

Ketiga posko logistik yang dibangun oleh BRI ditempatkan di lokasi-lokasi strategis agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Posko induk logistik BRI Peduli Labuan Bajo-Manggarai Barat ditempatkan di Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Selanjutnya, posko logistik BRI Peduli Bajawa didirikan di Jalan TW Mengeruda, Ngedukelu, Bajawa, Kabupaten Ngada. Sementara itu, untuk wilayah Nagekeo, posko BRI Peduli Mbay berlokasi di Jalan TW 17, Pulau, Danga, Kecamatan Aesesa. Penentuan lokasi-lokasi ini dilakukan secara cermat agar penyaluran bantuan logistik dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Mengenai pembangunan berbagai fasilitas tanggap darurat tersebut, Corporate Secretary BRI, Dhanny, memberikan penjelasan resmi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dhanny menyatakan bahwa keberadaan posko logistik serta dapur umum BRI Peduli merupakan wujud nyata dari kepedulian dan komitmen perseroan. Menurutnya, fasilitas-fasilitas tersebut dibangun sebagai bentuk komitmen BRI untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya dalam mendampingi dan meringankan beban warga Flores yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana gempa bumi.
Memahami Perubahan Kebijakan Donald Trump terhadap Korea Utara dan Korea Selatan

Dalam aksi tanggap darurat ini, BRI telah menyalurkan berbagai jenis bantuan yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi dan korban gempa di NTT. Bantuan yang didistribusikan meliputi makanan cepat saji, peralatan medis, obat-obatan, bahan pangan pokok atau sembako, beras, hingga tangki air minum untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu, bantuan fisik untuk perlindungan warga juga diberikan, seperti selimut, terpal, tenda pengungsi, lampu darurat, peralatan mandi, serta perlengkapan bayi. Semua bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan warga di wilayah terdampak gempa Flores.






