berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Candi Arjuna, Antara Sakralitas Kuno dan Deru Pariwisata Modern

Marthen TandirerungDiterbitkan 14 Sep 2026 - 00.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Candi Arjuna, Antara Sakralitas Kuno dan Deru Pariwisata Modern
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Peneliti manajemen risiko budaya Theodorus Aries Briyan NSK bersama timnya menyoroti kerentanan lingkungan fisik Kompleks Candi Arjuna akibat tingginya aktivitas manusia. Peringatan riset tersebut menempatkan kawasan cagar budaya di Dataran Tinggi Dieng ini pada persimpangan krusial antara pelestarian nilai sejarah dan lonjakan kegiatan pariwisata modern.

Kawasan percandian yang bertengger di ketinggian 2.000 hingga 2.100 meter di atas permukaan laut tersebut menghadapi tantangan daya dukung lingkungan. Lonjakan wisatawan memicu keterbatasan fasilitas sanitasi dasar, sempitnya area parkir kendaraan, serta persoalan pengelolaan sampah sisa perhelatan budaya yang kerap mengotori lanskap cagar budaya.

Jejak Spiritual di Dataran Tinggi

Kompleks Candi Arjuna menyimpan jejak peradaban panjang sejak dibangun sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada era Kerajaan Kalingga atau fase awal Mataram Kuno di bawah Wangsa Sanjaya. Penanggalan kawasan ini diperkuat oleh temuan prasasti tertua berangka tahun 809 Masehi. Ketika ditemukan kembali pada awal abad ke-19, gugusan candi ini sempat berada dalam kondisi terendam air menyerupai danau kecil di kaldera mati.

Baca Juga

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan Cepat

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan Cepat

Bagi masyarakat Hindu Jawa Kuno, pendakian menuju Dieng merupakan perwujudan tirtha, yakni perjalanan spiritual untuk menyucikan diri dari belenggu duniawi demi mencapai moksha. Lanskap suci ini mencakup Candi Arjuna sebagai bangunan utama, Candi Semar sebagai pendamping, serta Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa. Pada dinding luar Candi Arjuna, terdapat relung-relung kosong yang pada masa lampau menjadi tempat arca Trimurti, yaitu Brahma, Siwa, dan Wisnu.

Komodifikasi Tradisi dan Tekanan Lingkungan

Kini, kawasan suci tersebut beralih fungsi menjadi panggung utama tradisi ruwatan atau pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng. Ritual adat yang semula bersifat privat kini diintegrasikan ke dalam perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) yang berskala internasional. Perkembangan pariwisata berbasis budaya ini turut mendongkrak popularitas Dieng hingga memperoleh pengakuan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Baca Juga

Saya Percaya Masih Akan Bertemu Arbas, Harapan Keluarga di Tengah Penyisiran Selat Sunda

Saya Percaya Masih Akan Bertemu Arbas, Harapan Keluarga di Tengah Penyisiran Selat Sunda

Selain tekanan kunjungan wisatawan dan sisa perhelatan festival, kawasan ini juga berhadapan dengan dinamika iklim lokal. Suhu udara di dataran tinggi tersebut dapat merosot hingga mencapai 0掳C, memicu fenomena embun upas yang membekukan tanaman pertanian warga di sekitar kawasan candi. Harmonisasi antara perlindungan struktur batuan purbakala dan tata kelola pariwisata massal tetap menjadi tantangan utama bagi kelestarian Kompleks Candi Arjuna.

Sumber: Tirto

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Cagar Budaya

Berita Terbaru Lainnya

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan CepatSaya Percaya Masih Akan Bertemu Arbas, Harapan Keluarga di Tengah Penyisiran Selat SundaMTQ Nasional XXXI Dibuka di Semarang, Diikuti 2.242 Peserta2 Orang Tewas dalam Kecelakaan 4 Kendaraan di Tol Dalam KotaKuasai Pajak Jangan Setengah-Setengah, Ikut Pelatihan Brevet Pajak A & B di SiniPakar ITS Ungkap Jejak Kapal Virgo Sebelum Hilang Kontak di Laut JawaKisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta PetunjukBandar Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Lenyap Rp 143 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap