Indonesia saat ini tengah memasuki fase transisi demografi yang ditandai dengan masuknya negara ke dalam fase aging population atau penuaan penduduk. Fenomena perubahan struktur demografi ini menuntut adanya penyesuaian kebijakan yang signifikan di berbagai sektor. Terkait hal tersebut, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, memberikan pandangannya. Menurut Budi Setiyono, perubahan struktur kependudukan ini harus diiringi dengan kebijakan-kebijakan strategis yang menempatkan kelompok lanjut usia bukan lagi sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek dalam pembangunan nasional.
Sebagai langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta BKKBN mendorong implementasi program khusus bernama SIDAYA, yang merupakan singkatan dari Lansia Berdaya. Program SIDAYA ini dirancang secara terstruktur untuk mendorong kelompok lanjut usia agar tetap aktif dan berdaya di tengah kehidupan masyarakat. Melalui program ini, potensi lansia dioptimalkan agar mereka dapat terus berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya, sehingga masa tua mereka tetap berkualitas dan bermakna.
Pergeseran demografi menuju aging population ini sebenarnya juga membawa peluang besar bagi perekonomian nasional, yang dikenal dengan istilah silver economy. Potensi ekonomi baru ini dapat terbentuk melalui pemenuhan berbagai kebutuhan spesifik kelompok lanjut usia. Kebutuhan tersebut mencakup layanan kesehatan yang memadai, penyediaan produk dan jasa khusus, penyediaan ruang aktivitas yang aman, hingga pembukaan kesempatan kerja serta peluang usaha bagi mereka. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan lansia ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga berpotensi membangun ekosistem ekonomi baru di Indonesia.
Penerapan Kemasan Pintar Berbasis Kode QR untuk UMKM di Desa Mandalamekar

Salah satu wujud nyata dari upaya menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan dan menghargai peran mereka adalah dengan melibatkan puluhan lansia sebagai tamu kehormatan. Keterlibatan aktif kelompok lansia ini akan terlihat dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara bendera kenegaraan tersebut dijadwalkan akan diselenggarakan di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN yang berlokasi di wilayah Jakarta Timur. Adapun pelaksanaan upacara khidmat ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, tanggal 17 Agustus 2026.
Untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran keikutsertaan para lansia dalam upacara tersebut, pihak Kemendukbangga bersama BKKBN telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung yang sangat ramah lansia. Fasilitas-fasilitas yang disediakan di lokasi upacara meliputi area teduh agar lansia terhindar dari panas terik, tempat duduk yang nyaman, pendamping khusus untuk membantu mobilitas mereka, serta fasilitas medis darurat dan mobil ambulans yang siap siaga sepanjang acara berlangsung. Penyediaan fasilitas ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para tamu kehormatan tersebut.
Cara Warga Manggarai Bertahan Hidup Tanpa Listrik Usai Gempa Bumi

Dalam siaran pers yang dirilis pada hari Ahad, 16 Agustus 2026, Budi Setiyono menegaskan bahwa pelibatan aktif kelompok lansia dalam momen sakral peringatan hari kemerdekaan ini memiliki makna yang sangat strategis. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk penghormatan nyata dan apresiasi setinggi-tingginya dari negara kepada para senior. Sepanjang hidup mereka, para lansia ini tentu telah memberikan banyak kontribusi, dedikasi, serta jasa yang berharga bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia hingga mencapai titik seperti sekarang ini.






