Digitalisasi pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini terus mengalami perkembangan yang signifikan. Jika sebelumnya digitalisasi umumnya hanya dikenal melalui pemanfaatan media sosial dan platform perdagangan elektronik (e-commerce), kini inovasi tersebut mulai merambah ke aspek yang lebih dekat dengan produk, yaitu kemasan. Penerapan digitalisasi pada kemasan produk ini dilakukan dengan menggunakan kode QR (Quick Response). Melalui kode QR yang tertera pada kemasan, produk fisik dapat terhubung secara langsung dengan berbagai kanal penjualan digital serta informasi lengkap mengenai usaha tersebut. Hal ini memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengakses informasi bisnis secara cepat dan efisien langsung dari produk yang mereka beli.
Langkah nyata penerapan teknologi ini diwujudkan melalui sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kolaborasi akademis antara Universitas YARSI dan Universitas Krisnadwipayana. Program kolaboratif ini dapat terlaksana berkat dukungan pendanaan yang diperoleh dari BIMA Kemendiktisaintek 2026. Dalam pelaksanaannya, program pengabdian ini secara khusus menyasar kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) NaminaSang Farm yang berlokasi di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung. Melalui program ini, diharapkan para pelaku usaha lokal di wilayah tersebut dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka melalui pemanfaatan kemasan pintar yang terintegrasi dengan teknologi digital.
Akses Layanan Perbankan dan Penyaluran Bantuan BRI Peduli Pascagempa Flores NTT

Sebagai sebuah program pengabdian yang komprehensif, kegiatan ini dirancang untuk berjalan selama delapan bulan. Rentang waktu yang cukup panjang ini sengaja dialokasikan agar proses pendampingan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi mitra. Program ini juga melibatkan peran aktif dari para dosen serta mahasiswa yang berasal dari lintas program studi di Universitas YARSI dan Universitas Krisnadwipayana. Dengan keterlibatan lintas disiplin ilmu tersebut, program ini mampu memadukan berbagai keahlian penting seperti pengembangan teknologi informasi, teknik pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha saat ini.
Rini Hidayati, yang bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas YARSI, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini dilakukan secara terstruktur melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal program, fokus utama kegiatan diarahkan pada proses pembuatan kemasan produk yang telah terintegrasi secara langsung dengan kode QR. Pada fase pertama ini, mitra pengabdian masyarakat, yaitu POKLAHSAR NaminaSang Farm, diberikan pelatihan khusus mengenai konsep dasar kemasan digital. Pelatihan ini penting untuk memberikan pemahaman awal kepada para pelaku usaha mengenai bagaimana kemasan fisik dapat berfungsi sebagai jembatan menuju platform digital.
Dampak Kebijakan Biodiesel B50 Terhadap Kemandirian Energi dan Penghematan Devisa

Setelah tahap awal berhasil diselesaikan, program pengabdian kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya atau tahap kedua. Pada fase ini, fokus beralih pada pemberian pelatihan teknis mengenai cara pembuatan kode QR secara mandiri serta bagaimana mengelola informasi digital yang terhubung dengan kode tersebut. Pelatihan pengelolaan informasi digital ini sangat krusial agar mitra dapat memperbarui informasi usaha dan kanal penjualan mereka secara mandiri di masa mendatang. Dengan demikian, integrasi antara produk fisik dan saluran digital melalui kode QR pada kemasan dapat terus terjaga dan berfungsi secara optimal untuk memperluas jangkauan penjualan produk mereka.






