Situ Cisanti dikenal sebagai salah satu danau kecil atau telaga yang terletak di kaki Gunung Wayang. Secara administratif, danau kecil ini berada di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sebagai sebuah bentang alam yang penting, Situ Cisanti memiliki peran yang sangat besar bagi wilayah sekitarnya. Danau kecil ini tidak hanya menjadi sebuah telaga biasa di kaki gunung, melainkan juga memiliki signifikansi geografis dan ekologis yang mendalam bagi masyarakat di Jawa Barat. Keberadaannya di kaki Gunung Wayang menjadikannya bagian penting dari sistem hidrologi regional.
Selain sebagai danau kecil di kaki Gunung Wayang, Situ Cisanti juga dikenal secara luas sebagai titik nol atau hulu dari Sungai Citarum. Sungai Citarum sendiri merupakan salah satu sungai terpenting yang mengalir dan membawa air ke berbagai wilayah di Jawa Barat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menggunakan istilah khusus untuk menandai posisi penting Situ Cisanti ini. BBWS menggunakan istilah "kilometer nol" untuk menandai posisi Situ Cisanti sebagai awal mula perjalanan atau titik awal dari aliran Sungai Citarum. Pada Desember 2025, pihak BBWS kembali menekankan betapa pentingnya kawasan Situ Cisanti ini sebagai titik awal yang memulai perjalanan aliran Sungai Citarum ke wilayah-wilayah lain di Jawa Barat.
Di dalam kawasan Situ Cisanti sendiri, terdapat sumber air yang terus mengalir untuk memasok air ke hulu Sungai Citarum. Menurut pernyataan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, terdapat tujuh mata air yang mengalir di kawasan Situ Cisanti. Ketujuh mata air tersebut memiliki nama masing-masing yang unik. Adapun ketujuh mata air yang mengalir di kawasan Situ Cisanti ini adalah mata air Citarum, mata air Cikahuripan, mata air Cikoleberes, mata air Cihaniwung, mata air Cisadane, mata air Cikawudukan, dan mata air Cisanti. Aliran air dari ketujuh mata air inilah yang berkumpul di telaga Situ Cisanti dan kemudian mengalir membentuk awal dari aliran Sungai Citarum.
Donald Trump Berencana Klaim Selat Hormuz Sebagai Wilayah Amerika Serikat Usai Kalahkan Iran

Secara geografis, letak Situ Cisanti berada di kawasan pegunungan di sebelah selatan Cekungan Bandung. Cekungan Bandung sendiri merupakan suatu wilayah bentang alam yang sangat luas. Wilayah Cekungan Bandung ini mencakup beberapa daerah administratif, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian dari wilayah Kabupaten Sumedang. Posisi Situ Cisanti yang berada di pegunungan selatan Cekungan Bandung menjadikannya bagian integral dari bentang alam ini, di mana air yang bersumber dari wilayah hulu ini akan mengalir melewati wilayah cekungan tersebut.
Cekungan Bandung yang melingkupi wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik fisik yang unik. Cekungan Bandung merupakan sebuah bentang alam yang terbentuk melalui sejarah geologi yang sangat panjang. Di dalam bentang alam Cekungan Bandung ini, dapat ditemukan berbagai macam bentuk lahan yang bervariasi. Bentuk lahan tersebut meliputi kawasan pegunungan dan perbukitan yang terletak di bagian tepi atau pinggir cekungan, hingga kawasan dataran yang relatif rendah yang berada di bagian tengah cekungan. Proses pembentukan bentang alam Cekungan Bandung yang panjang ini melibatkan berbagai macam proses geologi, seperti proses fluvial, proses denudasional, proses vulkanik, serta berbagai proses geologi lainnya yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Melalui pemahaman tentang Situ Cisanti, kita dapat membaca kembali bagaimana sistem hidrologi dan bentang alam di wilayah Jawa Barat, khususnya di Cekungan Bandung, saling terhubung. Sebagai titik nol atau hulu Sungai Citarum yang terletak di kaki Gunung Wayang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Situ Cisanti menjadi saksi awal dari aliran air yang bersumber dari tujuh mata air utama: Citarum, Cikahuripan, Cikoleberes, Cihaniwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti. Aliran air dari kawasan pegunungan di selatan Cekungan Bandung ini sangat penting dalam membawa air ke berbagai wilayah di Jawa Barat, melewati bentang alam Cekungan Bandung yang terbentuk melalui proses geologi panjang seperti fluvial, denudasional, dan vulkanik. Pentingnya posisi kilometer nol ini sebagaimana ditekankan oleh BBWS pada Desember 2025 menegaskan kembali peran penting Situ Cisanti bagi kelangsungan lingkungan di sekitarnya.






