Para siswa SMK Nusantara di kawasan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), terpaksa dipulangkan lebih awal akibat kepulan asap tebal dari kebakaran tumpukan sampah yang masuk ke ruang kelas.
Langkah pemulangan para pelajar tersebut diambil sekitar pukul 10.00 WIB setelah jam istirahat. Petugas keamanan SMK Nusantara, Eri, mengungkapkan bahwa keputusan memulangkan siswa mengikuti arahan dari pihak kecamatan setempat menyusul kondisi udara di lingkungan sekolah yang kian memburuk.
Eri menjelaskan bahwa asap pekat yang menyusup ke gedung sekolah sudah menyerupai kabut dan berisiko membahayakan kesehatan siswa. Menurut penuturannya, kebakaran pada tumpukan sampah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak Kamis (3/9) dan semakin parah pada malam hari hingga sebaran asap meluas ke area sekitarnya.
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Cilacap Terasa ke Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah terkait situasi tersebut. Kepolisian menyarankan percepatan pemulangan para siswa atau menunggu hingga intensitas asap mereda guna menghindari gangguan pernapasan.
Pada Jumat (4/9), kabut asap tebal masih menyelimuti kawasan sekitar, termasuk di ruas Jalan Tarumanegara yang berada tepat di depan kantor Kelurahan Pisangan. Aroma hangus tercium kuat di sepanjang jalan, sementara sejumlah warga setempat terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Sudah 24 Jam Lebih, Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Belum Padam

Hingga saat ini, titik api masih sempat terlihat di lokasi tumpukan sampah. Sejumlah petugas pemadam kebakaran bersama armada mobil damkar terus disiagakan dan berjibaku melakukan pemadaman guna memutus sumber asap.






