PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, terus memperkuat posisinya di pasar nasional. Sebagai perusahaan digital telco, Telkom memiliki kapabilitas yang sangat kuat di bidang telekomunikasi dan digital. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Telkom kini tengah bersiap untuk meningkatkan prospek pasar di segmen enterprise. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membangun kolaborasi dan sinergi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara. Melalui kemitraan dengan Danantara ini, prospek pasar segmen enterprise Telkom diharapkan bakal meroket dan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri digital di tanah air.
Langkah pengembangan ini berjalan selaras dengan transformasi yang saat ini sedang gencar dijalankan oleh Telkom. Perusahaan sedang mengimplementasikan strategi transformasi yang dikenal dengan nama TLKM 30. Sebagai bagian dari strategi besar tersebut, unit bisnis Telkom Enterprise juga melakukan restrukturisasi secara menyeluruh. Proses restrukturisasi ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk melakukan pembenahan organisasi, penguatan tata kelola perusahaan, serta penyederhanaan proses bisnis. Dengan langkah-langkah pembenahan ini, Telkom Enterprise diharapkan dapat beroperasi secara lebih efektif dan efisien, serta semakin berorientasi pada kebutuhan pasar di segmen business-to-business atau B2B.
Upaya penguatan segmen enterprise ini melibatkan koordinasi erat antara jajaran kepemimpinan dari kedua belah pihak. Di jajaran manajemen Telkom, langkah strategis ini dipimpin oleh Veranita Yosephine selaku Direktur Enterprise & Business Service Telkom. Sementara itu, pihak Badan Pengelola Investasi Danantara menugaskan para petinggi utamanya untuk mengawal kolaborasi ini, termasuk Dony Oskaria yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer atau COO Danantara, serta Setyanto Hantoro yang bertindak sebagai Managing Director Business-2 Danantara.
Presiden Prabowo Usulkan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Sinergi dan restrukturisasi yang dilakukan ini menjadi sangat krusial mengingat potensi kontribusi dari sektor enterprise yang masih sangat besar. Pada saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11 persen, atau setara dengan nilai Rp19 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa segmen enterprise sudah memiliki fondasi yang kuat dalam menyokong kinerja keuangan perusahaan, namun masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dioptimalkan lebih lanjut agar kontribusinya dapat terus meningkat secara signifikan di masa mendatang.
Jika membandingkan dengan kondisi industri di tingkat internasional, potensi pertumbuhan segmen enterprise ini memang masih sangat terbuka lebar. Pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, lini bisnis enterprise terbukti mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi pendapatan perusahaan. Di tingkat global, bisnis enterprise dapat menyumbang sekitar 20 persen hingga 30 persen, atau bahkan bisa lebih dari itu, terhadap total pendapatan keseluruhan perusahaan telekomunikasi tersebut.
BPI Danantara Konsolidasikan 49 Hotel BUMN di Bawah HIN untuk Percepat Efisiensi

Dengan mengacu pada standar global tersebut, Telkom optimis bahwa restrukturisasi internal dan kolaborasi strategis dengan Danantara akan membawa dampak positif yang besar. Implementasi strategi TLKM 30, pembenahan organisasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar B2B, serta dukungan penuh dari kepemimpinan Veranita Yosephine, Dony Oskaria, dan Setyanto Hantoro, diharapkan dapat mempercepat akselerasi bisnis enterprise Telkom agar mampu menyamai pencapaian perusahaan telekomunikasi global lainnya.






