Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tindakan nyata dalam pemberantasan korupsi di lingkungan pendidikan tinggi dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi senyap yang dilakukan pada hari Kamis (20/8) tersebut, lembaga antirasuah ini berhasil mengamankan total 14 orang. Penangkapan ini secara khusus menyasar Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, beserta sejumlah pihak lain yang diduga kuat terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan kampus tersebut. Rangkaian operasi penangkapan ini berlangsung secara simultan di dua kota berbeda, yaitu di Purwokerto dan Jakarta.
Pembagian lokasi penangkapan ini menunjukkan koordinasi yang intensif dari tim penindakan KPK di lapangan. Dari total 14 orang yang berhasil diamankan oleh petugas, mayoritas ditangkap di wilayah Jawa Tengah. Secara rinci, sebanyak 12 orang ditangkap oleh tim KPK di wilayah Purwokerto. Sementara itu, untuk melengkapi penindakan tersebut, terdapat dua orang lainnya yang ditangkap oleh petugas di wilayah Jakarta. Perbedaan lokasi penangkapan ini kemudian memengaruhi alur pemeriksaan awal yang harus dijalani oleh masing-masing pihak yang diamankan.
Jeep Mercy Tabrak Truk dan Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas

Bagi pihak-pihak yang ditangkap di wilayah ibu kota, proses hukum langsung berjalan dengan cepat. Dua orang yang ditangkap di Jakarta tersebut segera dibawa dan langsung dikenakan tindakan berupa permintaan keterangan secara intensif. Proses interogasi dan pemeriksaan mendalam ini dilangsungkan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Terkait dengan identitas pihak-pihak yang diamankan, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan konfirmasi resmi kepada awak media. Budi Prasetyo membenarkan bahwa Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, merupakan salah satu pihak yang turut diamankan dalam rangkaian operasi tangkap tangan tersebut.
Di sisi lain, proses pemeriksaan terhadap kelompok yang diamankan di Purwokerto harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu sebelum dibawa ke Jakarta. Sebanyak 12 orang yang ditangkap di wilayah Purwokerto tersebut langsung digiring ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas untuk menjalani pemeriksaan awal. Setelah pemeriksaan awal di Polresta Banyumas selesai dilakukan, penyidik KPK memutuskan untuk membawa tujuh orang di antaranya ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan dan permintaan keterangan lebih lanjut. Dengan demikian, jika digabungkan dengan dua orang yang ditangkap sebelumnya di Jakarta, saat ini terdapat total sembilan orang yang sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di kantor pusat KPK.
Jejak Basri Lewaimang dalam Bisnis Hitam Planet Batam

Dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan ini, tim penyelidik KPK juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya tindak pidana. Salah satu barang bukti utama yang berhasil diamankan oleh petugas di lapangan adalah uang tunai dengan jumlah mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan penjelasan dari pihak KPK, kegiatan penyelidikan tertutup yang berujung pada operasi tangkap tangan ini berkaitan erat dengan adanya dugaan manipulasi atau pengondisian dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Proses hukum kini terus berjalan guna mendalami peran masing-masing pihak yang telah diamankan.






