Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mendukung permodalan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, plafon pembiayaan KUR untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp290,6 triliun. Dari target tersebut, realisasi penyaluran KUR hingga akhir Juli 2026 telah mencapai Rp180,9 triliun yang dialokasikan kepada 2,82 juta debitur di berbagai wilayah.
Selain fasilitas KUR, pemerintah turut menyediakan skema pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Program pembiayaan UMi ini menawarkan batas plafon pinjaman hingga Rp20 juta per pelaku usaha. Hingga 16 Agustus 2026, pembiayaan UMi tercatat telah menjangkau sebanyak 15,3 juta debitur dengan total nilai penyaluran menyentuh angka Rp67,2 triliun yang tersebar secara luas di 510 kabupaten dan kota.
Aturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke Pemerintah

Dukungan bagi para pelaku usaha juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung saat menyampaikan keynote speech dalam acara Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center pada 20 Agustus. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Keuangan terus mendorong implementasi Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) yang berfungsi sebagai instrumen risk intelligence, khususnya bagi UMKM yang belum mempunyai rekam jejak atau riwayat kredit perbankan. Di samping akses pembiayaan, pemerintah juga memberikan kemudahan di bidang perpajakan, di mana pelaku UMKM dengan omzet tertentu dapat memanfaatkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 0,5 persen. Bahkan, bagi pelaku UMKM orang pribadi dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tidak dikenai kewajiban PPh.
Di tingkat daerah, penguatan peran usaha mikro terus dioptimalkan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan. Pada 20 Agustus 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan ke stan pameran Bank Jateng dalam kegiatan Pameran Produk UMKM Unggulan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Di wilayah Jawa Tengah sendiri, tercatat ada hampir 4,9 juta unit UMKM yang tersebar di 35 kabupaten dan kota. Sinergi sektor perbankan dinilai sangat krusial guna mendorong jutaan unit UMKM tersebut agar mampu berkembang dan naik kelas.
Bandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap Diminati

Menanggapi kunjungan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyampaikan komitmen perseroan dalam menghadirkan beragam layanan keuangan komprehensif bagi masyarakat. Layanan finansial yang disediakan oleh Bank Jateng mencakup percepatan penyaluran KUR mikro, penyediaan hunian terjangkau melalui KPR Subsidi, hingga penyediaan sarana perencanaan masa depan lewat investasi emas. Semangat peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang mengusung slogan "Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji" ini turut diperkuat oleh integrasi ekosistem digital, di mana seluruh stan pameran produk UMKM telah menggunakan QRIS demi mendukung efisiensi transaksi non-tunai.






