berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Penerapan Teknologi Pirolisis untuk Mengatasi Penumpukan Sampah di Berbagai Daerah

Fitri KaraengDiterbitkan 9 Agu 2026 - 15.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penerapan Teknologi Pirolisis untuk Mengatasi Penumpukan Sampah di Berbagai Daerah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Ancaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi salah satu risiko lingkungan yang paling diantisipasi oleh pemerintah saat ini. Ketika musim kering yang dipengaruhi oleh fenomena cuaca El Nino melanda wilayah Indonesia, tumpukan sampah yang mengandung gas metana menjadi sangat rentan terhadap bahaya kebakaran. Situasi darurat lingkungan ini mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dalam mempercepat pengelolaan sampah nasional. Dalam upaya tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pemerintah kini tengah mendorong penerapan teknologi pirolisis secara intensif. Langkah ini diambil bukan hanya untuk mengurangi volume tumpukan sampah secara cepat, melainkan juga sebagai bagian dari transisi menuju pemanfaatan energi terbarukan

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
di berbagai daerah.

Teknologi pirolisis menawarkan solusi dengan mengolah sampah yang telah menumpuk di berbagai TPA menjadi bahan bakar terbarukan. Hasil akhir dari proses pengolahan sampah dengan metode pirolisis ini diklaim memiliki kualitas yang setara dengan bahan bakar solar yang biasa digunakan untuk kebutuhan industri maupun transportasi. Penggunaan teknologi ini dirancang untuk melengkapi proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang berjalan di beberapa wilayah strategis. Berdasarkan pemaparan Zulkifli Hasan, jika teknologi pirolisis ini berhasil diterapkan secara luas dan konsisten di berbagai daerah, kontribusinya diperkirakan mampu menangani sekitar 20 persen dari keseluruhan persoalan sampah nasional yang selama ini belum teratasi.

Sebagai bagian dari implementasi di lapangan, sinergi antara lembaga militer dan sipil kini mulai diwujudkan. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menerapkan teknologi pirolisis ini secara langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi erat antara TNI-AD dan pemerintah daerah ini secara khusus ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1. Guna memastikan teknologi ini dapat berjalan dengan baik sebelum disebarluaskan ke wilayah yang lebih luas, pemerintah telah menetapkan lima lokasi utama sebagai proyek percontohan. Kelima wilayah tersebut adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta. Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada kebutuhan mendesak penanganan sampah di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Baca Juga

Cara Mencegah Peredaran Vape Mengandung Etomidate di Lingkungan Sekitar

Cara Mencegah Peredaran Vape Mengandung Etomidate di Lingkungan Sekitar

Di samping pengembangan teknologi pirolisis pada skala proyek percontohan, program pembangunan PSEL secara nasional juga terus berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Indonesia dalam waktu dekat direncanakan akan memiliki 13 lokasi PSEL yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Pembangunan belasan fasilitas PSEL ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Salah satu proyek yang menjadi fokus penyelesaian dalam waktu dekat adalah fasilitas PSEL di Kota Palembang. Proyek infrastruktur pengolahan sampah di Kota Palembang tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi secara resmi pada Oktober 2026 mendatang untuk mulai menyerap sampah perkotaan menjadi energi listrik.

Meskipun rencana pembangunan infrastruktur ini terus berjalan, pemerintah juga secara terbuka memaparkan adanya keterbatasan kapasitas pengolahan yang ada saat ini. Total kapasitas dari 13 lokasi PSEL yang direncanakan tersebut diperkirakan baru mampu menangani sekitar 22 persen dari seluruh timbunan sampah nasional. Angka tersebut menunjukkan adanya celah yang cukup besar dalam penanganan sampah secara nasional, yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan fasilitas PSEL saja. Oleh karena itu, kehadiran teknologi pirolisis yang didorong oleh pemerintah diharapkan dapat menjadi solusi komplementer yang efektif untuk menutup kekurangan kapasitas pengolahan tersebut secara bertahap di tingkat daerah.

Baca Juga

Serba-serbi Aksi 3.500 Warga Bogor Membawa Bendera Merah Putih 500 Meter

Serba-serbi Aksi 3.500 Warga Bogor Membawa Bendera Merah Putih 500 Meter

Keberhasilan integrasi antara PSEL dan teknologi pirolisis ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada kesiapan serta komitmen dari masing-masing pemerintah daerah. Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam tiga aspek utama. Pertama, pemerintah daerah harus memastikan penyediaan lahan yang memadai untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Kedua, diperlukan adanya langkah nyata untuk melakukan percepatan perizinan agar proyek tidak terhambat oleh masalah administratif. Ketiga, pemerintah daerah juga berkewajiban untuk menjamin pasokan sampah yang memadai dan konsisten guna menjaga keberlangsungan operasional mesin pengolahan. Tanpa adanya komitmen lokal yang kuat dalam memenuhi kebutuhan dasar operasional ini, percepatan pengolahan sampah nasional akan sulit direalisasikan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PSELEnergi TerbarukanPengelolaan Sampah

Berita Terbaru Lainnya

Cara Mencegah Peredaran Vape Mengandung Etomidate di Lingkungan SekitarSerba-serbi Aksi 3.500 Warga Bogor Membawa Bendera Merah Putih 500 MeterKebakaran Hutan Meluas di Berbagai Daerah, Akses Wisata Ditutup hingga Jatuhnya Korban JiwaKebakaran di Pergudangan Centra Kosambi Tangerang Hanguskan Tiga Gudang Sparepart MotorPromo Kasur Nyaman Mulai Rp600 Ribuan di Transmart Full Day SaleKebakaran di Kilang Minyak Aramco Jazan, Kondisi Terkini dan Fakta KejadianPromo Transmart Full Day Sale Potong Harga Alat Masak Maxim dan MaspionPenyebab Kericuhan Rapat DPR Kosovo dan Pelemparan Telur ke Arah PM Albin Kurti

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026