Pemulihan infrastruktur pascabanjir di wilayah Sumatra terus berjalan secara intensif menyusul bencana banjir yang terjadi pada bulan November tahun 2025 lalu. Salah satu proyek prioritas yang tengah menjadi fokus perhatian adalah pembenahan infrastruktur pengairan bagi lahan pertanian di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Saat ini, proyek pembangunan jalur irigasi di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dilaporkan telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif dengan tingkat penyelesaian fisik yang kini sudah mencapai 75 persen dari target keseluruhan.
Rehabilitasi jalur irigasi di Nagari Sumpur ini berjalan dengan cepat setelah melalui koordinasi erat antarinstansi. Pekerjaan fisik di lapangan secara resmi dimulai tepat satu hari setelah adanya kunjungan peninjauan langsung ke lokasi pada tanggal 22 Juli 2026. Peninjauan tersebut dilakukan oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bersama dengan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Dalam survei lapangan tersebut, Bupati Eka Putra didampingi oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I Kemendagri, Fernando H. Siagian, serta Koordinator Media Satgas PRR Sumatra, Kastorius Sinaga. Mereka melihat secara langsung kondisi lapangan dan menyadari pentingnya penguatan aliran irigasi bagi masyarakat setempat.
Bea Cukai Gagalkan Dua Penyelundupan Emas Senilai Rp 63 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelum langkah pembenahan permanen ini direalisasikan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang telah terlebih dahulu mengambil langkah antisipatif yang cepat. BWS Sumatra V Padang memasang instalasi pipa sebagai sodetan sementara guna mengalirkan air ke lahan-lahan pertanian warga agar tidak mengalami kekeringan. Untuk menindaklanjuti kebutuhan jangka panjang tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memanfaatkan ruang anggaran dari dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp 100 juta. Alokasi dana TKD tambahan ini secara khusus digunakan untuk membenahi dan memperbaiki jaringan irigasi di Daerah Irigasi Sumpur, yang memiliki peran sangat vital karena mengairi sekitar 65 hektare area persawahan milik masyarakat sekitar.
Proses pengerjaan fisik saluran irigasi di Nagari Sumpur ini juga menerapkan prinsip pemberdayaan masyarakat. Warga dari komunitas lokal turut dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan saluran irigasi tersebut. Melalui partisipasi ini, masyarakat yang terlibat mendapatkan upah yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang mereka lakukan masing-masing. Di samping pengerjaan saluran irigasi, BWS Sumatra V juga melakukan pembenahan pada badan sungai dan tebing di sepanjang Batang Sumpur. Langkah pembenahan tebing sungai ini dilakukan dengan memasang bronjong (gabion) guna memperkuat sisi sungai agar lebih kokoh dan mencegah abrasi atau kerusakan lebih lanjut di masa mendatang.
Prioritas Keselamatan Warga dalam Penanganan Gempa Nusa Tenggara Timur

Langkah pemulihan infrastruktur pengairan di Kabupaten Tanah Datar ini merupakan bagian dari program pemulihan yang lebih luas di tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat secara keseluruhan telah mengalokasikan anggaran dari dana TKD tambahan dengan nilai total mencapai Rp 49,60 miiliar. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk memulihkan dan memperbaiki infrastruktur sumber daya air di 75 titik lokasi yang tersebar di wilayah Sumatra Barat. Pemulihan ini mencakup perbaikan pada berbagai jaringan irigasi serta bendung yang mengalami kerusakan pascabencana banjir November 2025, guna memastikan ketahanan pangan dan kelancaran sektor pertanian kembali pulih sepenuhnya.






