Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya mendorong digitalisasi pada sektor pengadaan barang dan jasa serta pemberdayaan pelaku usaha lokal di wilayahnya. Langkah strategis dari pemerintah daerah ini diwujudkan secara nyata melalui peluncuran sebuah inisiatif yang diberi nama Gerakan One Marketplace atau disingkat GOM. Program ini dirancang khusus oleh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sekaligus memperluas jangkauan pemanfaatan platform belanja digital milik daerah yang selama ini dikenal dengan nama Bajubodo. Melalui inisiatif Gerakan One Marketplace tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya mengintegrasikan sistem belanja langsung ke seluruh wilayah, yang mencakup 24 kabupaten dan kota yang ada di provinsi tersebut.
Bagi masyarakat luas maupun para pelaku usaha yang ingin memahami lebih dalam mengenai sistem ini, Bajubodo merupakan singkatan dari Belanja Langsung Barang melalui Order Online. Platform belanja digital tersebut dirancang sebagai wadah transaksi elektronik yang memfasilitasi pengadaan barang dan jasa untuk berbagai kebutuhan perangkat pemerintah daerah. Kehadiran platform Bajubodo ini pada dasarnya menjadi jembatan digital yang secara langsung menghubungkan kebutuhan belanja instansi pemerintahan dengan ketersediaan produk dari para penyedia lokal. Dalam praktiknya, penyedia lokal yang dimaksud sangat berfokus pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan.
Menilik sejarah pengembangannya, platform Bajubodo telah melewati proses yang cukup panjang dalam ekosistem digital pemerintah daerah. Proses inisiasi platform belanja daring ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2022 silam. Setelah melalui berbagai tahap persiapan teknis dan administratif, sistem belanja melalui pesanan daring ini kemudian mulai digunakan secara efektif pada tahun 2023. Seiring berjalannya waktu operasional, pemanfaatan platform ini terus menunjukkan angka partisipasi yang positif. Berdasarkan data operasionalnya, tercatat sudah ada sebanyak 30.777 produk yang telah ditayangkan di dalam sistem Bajubodo. Puluhan ribu produk tersebut disuplai secara langsung oleh 1.046 penyedia yang telah terdaftar secara resmi di dalam platform.
Lima Tahun Holding Ultra Mikro Berhasil Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

Meskipun jumlah produk dan penyedia sudah cukup besar, data menunjukkan bahwa sebagian besar penyedia yang terdaftar di dalam platform Bajubodo saat ini masih didominasi oleh pelaku UMKM lokal yang berdomisili di Kota Makassar. Walaupun konsentrasi penyedia masih berpusat di ibu kota provinsi, nilai transaksi yang dihasilkan melalui platform belanja digital ini tergolong sangat signifikan. Tercatat bahwa nilai transaksi melalui platform Bajubodo pada tahun 2025 telah berhasil mencapai angka Rp45,61 miliar. Angka transaksi yang cukup besar ini menjadi salah satu landasan dan alasan kuat bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan ekspansi layanan melalui Gerakan One Marketplace.
Ekspansi melalui Gerakan One Marketplace ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari platform Bajubodo tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha yang berada di Kota Makassar saja, melainkan dapat merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Untuk mewujudkan pemerataan yang diharapkan, proyek perubahan dalam sistem pengadaan barang dan jasa ini disusun dengan target pencapaian yang terbagi menjadi tiga tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi target jangka pendek, target jangka menengah, dan target jangka panjang. Pada tahapan jangka pendek, fokus utama dari program ini adalah menyusun skema pengembangan fungsi e-marketplace milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Selain penyusunan skema tersebut, target jangka pendek ini juga mencakup implementasi pemanfaatan platform di satu wilayah kabupaten dan satu wilayah kota sebagai langkah awal.
Transmart Full Day Sale Hadirkan Diskon Tangga Multifungsi hingga 50 Persen Lebih

Setelah fase jangka pendek tersebut berhasil dilewati, program pemerintah ini akan berlanjut ke pemenuhan target jangka menengah. Pada tahap menengah ini, pemanfaatan platform Bajubodo akan diperluas jangkauannya hingga mencakup seluruh 24 kabupaten dan kota yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan. Perluasan jangkauan ini bertujuan untuk menjadikan platform tersebut sebagai wadah pemasaran utama bagi berbagai produk lokal, yang secara khusus mencakup produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di masing-masing daerah. Dengan skema ini, setiap wilayah di tingkat kabupaten maupun kota memiliki wadah digital terintegrasi untuk mendukung perputaran ekonomi lokal mereka.
Sementara itu, untuk target jangka panjangnya, Gerakan One Marketplace Sulawesi Selatan diarahkan pada pembentukan sebuah ekosistem pasar digital yang komprehensif. Ekosistem pasar digital ini nantinya akan menghubungkan seluruh pemerintah daerah dengan para pelaku UMKM lokal di seluruh penjuru Sulawesi Selatan secara berkelanjutan. Selain membantu perluasan akses pasar bagi pelaku usaha kecil, optimalisasi ekosistem pasar digital ini juga diharapkan mampu mendukung optimalisasi potensi pendapatan daerah. Pelaksanaan dan pengembangan program strategis ini melibatkan peran aktif dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulawesi Selatan, yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Irawan Dermayasamin Ibrahim selaku Kepala Biro.






